Pemeliharaan Irigasi, Langkah Pemerintah Mendukung Ketahanan Pangan

"Irigasi ini kaitannya erat dengan ketahanan pangan"
Direktur Jendral Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat Rifda Suriani (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)
Barat. Hal ini mengingat, Sumatera Barat yang disebut agraris karena banyak sungai dan bahkan jumlahnya mencapai ribuan. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sunatera Barat punya persoalan di bidang sumber daya air, yang terkait dengan pangan dan energi.

"Di Sumbar ini dari 19 kabupaten dan kota itu ada ribuan sungai, hutan lebat, dan dari kondisi itu daerah Sumatera Barat mempunyai persoalan yang berdampak kepada ketahanan pangan, air dan energi. Dengan memililki ribuan sungai itu, Sumatera Barat juga menjadi daerah yang rawan bencana banjir. Untuk menuntaskan persoalan tersebut, dibutuhkan dana. Jadi dengan adanya pertemuan ini, persoalan anggaran bisa disampaikan langsung ke kementerian," ujarnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat Rifda Suriani mengatakan sejauh ini Sumbar memang sering dilanda banjir, persoalannya adalah irigasi. Sehingga cukup banyak dibutuhkan perbaikan irigasi, hanya saja tekendala anggaran. Begitu juga dengan pemeliharaan, juga tidak dimaksimalkan.

"Semoga ada solusi yang didapatkan sebagai dasar kebijakan bagi pemerintah terhadap daerah rawan bencana, untuk menyelesaikan persoalan yang ada," jelasnya.

Menurutnya, jika irigasi yang ada saat ini berjalan lancar, maka akan beriringan dengan berdampak positif terhadap pertanian dan secara tidak langsung akan membuat perekonomian Sumatera Barat jadi membaik. Hal ini dikarenakan dari 50 persen penduduk di Sumatera Barat merupakan petani.

 [Joni Abdul Kasir]