Tiga Kali Perhelatan Selalu Dicemooh, Promosi TdS Jangan Setengah Hati

"Tiga tahun pertama itu TdS selalu dicemooh. Sekarang pusat memberikan peluang kita untuk membuktikan kita mampu sebagai penyelenggara sentuhnya"
Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Sumbar James Hellyward (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Sumbar James Hellyward mengatakan, promosi Tour de Singkarak 2018 jangan setengah hati walaupun tidak dibantu pusat dan beberapa daerah absen sebagai penyelenggara tahun ini.

"Jangan hanya menempel stiker di mobil-mobil saja, semua harus terlibat mulai dari lingkungan Pemerintah Provinsi, kabupaten dan kota, kepolisian dan BUMD termasuk media," katanya kepada KLIKPOSITIF, Jumat, 21 September 2018 di Padang.

Sebagai salah seorang penggagas TdS, James mengaku tiga kali perhelatan TdS selalu dicemooh, namun karena promosi yang baik ditambah dengan tujuan awal TdS diadakan untuk mempromosikan Sumbar di mata dunia, hingga hari ini tetap bertahan dan diberikan kesempatan mandiri oleh pemerintah pusat.

"Tiga tahun pertama itu TdS selalu dicemooh. Sekarang pusat memberikan peluang kita untuk membuktikan kita mampu sebagai penyelenggara sentuhnya," sebutnya.

Menurut Dekan Fakultas Peternakan Unand itu, daerah yang tidak terlibat rugi besar sebab paling sedikit 130 kilometer jalan yang dilalui pembalap mendapatkan perawatan, ditambah lagi dengan penginapan dan hotel. Sejak awal TdS puluhan hotel dan penginapan berdiri di Sumbar.

"Pengaruh TdS besar untuk daerah. Saya masih ingat Sawahlunto itu untuk memperbaiki jalan saya pusat mengucurkan 3 miliar untuk perawatan jalan. Kepala Dinas dan Gubernur harus bisa meyakinkan daerah untuk ikut," tegasnya.

Apalagi TdS masuk kalender balap sepeda resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional atau Union Cycling International (UCI) pada kategori Asia Tour 2.2. Ranking TdS tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat kelima, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro de Italia (8 juta), Vuelta a Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (550 ribu).

"TdS harus meriah, jangan sampai menurun semua pihak harus terlibat dalam promosi," tukasnya. (Joni Abdul Kasir)