Saat Kampanye, Caleg Payakumbuh Dilarang Pasang APK di Tempat Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Praja Kota Payakumbuh melarang Calon Legislatif (Caleg) memasang alat peraga kampanye (APK) di tempat yang sudah ditentukan. Tempat tersebut tertuang dalam peraturan yang ada.

Kepala SatpolPP Payakumbuh, Devitra mengatakan setiap partai politik dan Caleg dilarang memasang APK di fasilitas umum ataupun di taman kota.

"Kalau Perda itu kan batasannya, pertama tidak memasangkan di fasilitas umum atau di taman kota, segala bentuk gantung-gantungan, termasuk baliho dan segala macamnya," katanya kepada KLIKPOSITIF, Jumat 21 September 2018.

Baca Juga

Selain di fasilitas umum dan taman kota, APK juga di pohon pelindung yang ada disekitaran Kota Payakumbuh. "Tapi yang melanggar untuk di pohon ini tidak hanya parpol ataupun calon legislatif, tapi juga swasta," ujar dia.

Untuk memastikan semua peserta pemilu 2019 bisa mematuhi Perda yang sudah ada dalam melakukan kampanye nanti, Satpol PP Kota Payakumbuh akan melakukan koordinasi dengan Kesbangpol untuk menyurati KPU dan Bawaslu terkait di mana saja yang akan dilarang memasang APK.

"Kami juga akan menyurati partai politik dan masyarakat terkait lokasi-lokasi yang dilarang memasangkan APK," tegasnya.

Devitra menerangkan, peluang terjadinya pelanggaran Perda yang dilakukan peserta Pemilu 2019 cuku besar. Pihaknya bahkan sudah menemukan beberapa pelanggaran tersebut, meski tahapan kampanye belum dimulai.

"Selama ini kita sudah melihat hal-hal tersebut dan kita sudah koordinasikan juga dengan Bawaslu Kota untuk menertipkan hal itu," papar Devitra.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Kota Payakubuh, Muhammad Khadafi juga mengingatkan parpol dan caleg yang nantinya akan bertarung pada Pileg 2019 untuk tidak melakukan pelanggaran terkait waktu ataupun cara-cara yang bisa dilakukan untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

"Kampanye itu menyampaikan seluruh hal-hal yang baik kepada ruang publik, jika peserta pemilu tidak mengambil momen itu dengan baik tentu masyarakat juga mencatat dan itu akan merugikan partai atau caleg yang bersangkutan. Karena itu, Bawaslu berharap ini bisa ditaati peserta Pemilu," terangnya singkat.

[Taufik Hidayat Kampai]

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa