Hati-Hati! Merusak Alat Peraga Kampanye Bisa Dipidana

"Ancaman pidana tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2019"
Ilustrasi pencopotan APK (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh, Muhammad Khadafi memastikan bahwa setiap orang ataupun kelompok yang dengan sengaja melakukan pengrusakan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) bisa dipidanakan.

Menurutnya, ancaman pidana tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2019 bahwa jika ada pihak-pihak perorangan kelompok atau apapun dengan sengaja merusak APK yang sudah ditetapkan sesuai dengan zonanya dan bentuknya dengan legal formal pada masa kampanye maka kesengajaan itu akan mengandung unsur pidana.

"Karena itu semua pihak harus bisa bersama-sama menjaga dan tidak berusaha untuk merusak APK karena itu mengandung unsur pidana," tegasnya, Jumat 21 September 2018.

Meski demikian, Khadafi juga menghimbau seluruh partai politik (Parpol) ataupun calon legislatif (caleg) untuk bisa memasang APK sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Baik itu aturan dari KPU ataupun peraturan daerah (Perda) terkait lokasi-lokasi yang dibolehkan untuk memasang APK.

"Semuanya harus sesuai aturan yang sudah ditetapkan, baik itu aturan KPU ataupun Perda yang sudah ditetapkan pemerintah daerah," lanjutnya.

Seperti diketahui, mulai Minggu 23 September nanti, setiap caleg yang sudah ditetapkan sebagai daftar calon tetap (DCT) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah bisa mulai melakukan kampanye, baik itu dengan cara memasang spanduk ataupun baliho yang tujuannya mengharapkan dukungan dari masyarakat selaku konstituennya.

"Setiap caleg yang nantinya ingin berkampanye sudah diizinkan karena memang waktunya sudah ditetapkan seperti itu," ucap Khadafi.

Ia juga mengakui, meski saat ini tahapan kampanye belum memasuki waktunya, tapi beberapa caleg sudah mulai melakukan pemasangan baliho ataupun spanduk dari beberapa waktu lalu.

Menurutnya hal itu sudah melanggar aturan dan tidak sesuai dengan undang-undang.

"Kami sudah Inventarisir dan menyurati ... Baca halaman selanjutnya