Festival Godok Obuy Sijunjung, Warga Dibikin Menangis

"Sembari menggerakkan ayunan, Marnis mengisahkan hidupnya sebagai seorang istri yang sedang hamil"
Seorang peserta lomba tampak mengayunkan ayunan bayi sambil berdendang di Festival Godok Obuy, Sijunjung (Istimewa)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Air mata ratusan mengalir di pipi tanpa disadari saat mendengar kisah dendang 'Malalokan anak' atau Menidurkan Anak yang dibawakan oleh Marnis (62).

Sembari menggerakkan ayunan, Marnis mengisahkan hidupnya sebagai seorang istri yang sedang hamil, lalu karena kesulitan hidup ditinggalkan suami untuk merantau, kemudian beristri lagi di tanah Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara anak-anaknya masih kecil.

Akhir cerita pilu itu tak sampai disana, demi anak-anaknya ia rela menerima rujukan suaminya kembali karena istrinya meninggal di tanah Dompu itu, dikarenakan anak-anak senang dengan bapaknya, ia menerima rujukannya karena istrinya juga sudah meninggal dunia.

Kisah yang dibawakan Marnis merupakan cara menidurkan anak di daerah Sijunjung, kali ini kebiasaan masyarakat tersebut menjadi bagian dari Festival Ranah Godok Obuy yang digelar di Jorong Jambu Lipo, Nagari Lubuk Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung.

Menurut Tokoh Adat Lubuk Tarok, Firman Bagindo Tan Ameh Rajo Jambu Lipo mengatakan dendang Malalokan anak merupakan kebiasaan masyarakat untuk menidurkan anak dalam ayunan di Lubuktarok yang sudah ada sejak lama dan kini kian memudar.

Ia melanjutkan dendang yang dibawakan oleh ibu Marnis yang menceritakan kisah seorang ibu yang membawanya sekan-akan memutar balik kisah 40 tahun lalu.

"Lomba dendang Malalokan anak ini untuk pertama kali digelar yang sudah lama terpendam," katanya dengan suara serak dan haru.

Ketua Panitia Festival Ranah Godok Obuy, Eddi Ariswan menyebutkan dalam Festival tersebut ada beberapa lomba kesenian tradisional yakni Randai, Makan Bajamba, Berkaul Adat, Malam Bajago-jago, Talempong Pacik, penyajian kuliner dan yang paling unik dendang menidurkan anak atau biasa disebut dendang 'Malalokan'.

"Festival ini bertujuan melestarikan budaya Minangkabau dan masyarakat ... Baca halaman selanjutnya