Harga Beras Naik di Pasaran, Ini Penyebabnya

"banyak petani di daerah penghasil beras mengalami gagal panen"
Pedagang beras di Pasar Raya Padang. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

ADANG, KLIKPOSITIF -- Harga beras Solok di Pasar Raya Padang meningkat Rp2.000 per gantang sejak empat hari yang lalu. Pasalnya, banyak petani di daerah tersebut mengalami gagal panen.

"Untuk harga beras Solok, saat ini meningkat sejak empat hari yang lalu. Biasanya untuk beras jenis IR 42, harganya Rp20 ribu per gantang dan meningkat menjadi Rp22 ribu per gantang," ujar salah satu pedagang di Pasar Raya Padang, Ii (52).

Selain beras jenis 42, beras jenis sokan dan jenis Anak Daro juga mengalami peningkatan Rp1.000 per gantang. "Untuk beras sokan dan Anak Daro biasanya Rp23 ribu per gantang, saat ini meningkat menjadi Rp24 ribu per gantang," lanjutnya.

Dia mengatakan, bahwa peningkatan harga tersebut karena banyaknya petani yang gagal panen karena hama dan faktor cuaca yang sering hujan. "Kalau saya menerima informasi dari tempat saya membeli beras, kenaikan ini karena banyaknya petani yang gagal panen dan harga padi juga meningkat," sambungnya.

Menurutnya, hal tersebut juga mempengaruhi pasokan beras yang ia peroleh dari petani yang menjual beras kepadanya. "Biasanya saya mendapatkan beras per pekan sebanyak 50 karung dan saat ini hanya 20 karung saja," lanjutnya.

Menurutnya, pihak dari Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menurunkan beras kualitas medium ke Pasar Raya Padang dalam pekan ini. "Saya mendapatkan informasi bahwa Bulog akan menurunkan beras medium untuk di Pasar Raya Padang. Itu akan saangat membantu mengatasi kenaikan harga ini," tutupnya.

[Halbert Caniago]