Banjir Cingkariang, Nasib Empat KK Tak Menentu

"Sebuah keluarga harus bermalam di dalam angkot karena rumahnya tidak bisa dihuni"
kondisi pasca banjir di Cingkariang Agam (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM,KLIKPOSITIF--Nasib 13 orang pada empat KK yang terdampak banjir di Jorong Sungai Buluah, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Agam-Sumbar menjadi tak menentu. Mereka mengaku kebingungan pasca terjadinya banjir pada Minggu sore 23 September 2018 kemarin.

Salah satu KK terdampak, Anton menyebut, hampir semua peralatan rumah tangganya hancur saat peristiwa terjadi. "Tak ada yang bisa diselamatkan, barang-barang, pakaian, maupun yang lain, rusak diterpa banjir," ucapnya, Senin 24 September 2018.

Anton mengatakan, pasca banjir ia bersama keluarganya mesti bermalam di sebuah angkot sebab rumahnya tak bisa dihuni. "Setiap sudut rumah dipenuhi lumpur, entah bagaimana membersihkannya,"ujarnya.

Anton bersama keluarga yang lain, tinggal persis di bawah Jalan Raya Bukittinggi-Padang, lokasinya memang sedikit kerendahan sehingga rumah petak yang dihuninya menjadi terdampak paling parah.

"Banyak rumah yang kena, tapi cuma kita yang parah. Tinggi air rasanya sampai 2 meter. Ini yang terparah," katanya.

Sementara, Camat Banuhampu Afdal mengatakan, hari ini pihaknya bersama Damkar akan membersihkan 4 rumah tersebut.

"Mana yang bisa dipakai, kita bersihkan. Yang tidak akan kita cari solusinya," katanya.

Afdal pun mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPBD Agam terkait penanggulangan banjir sebab pihaknya menduga musibah itu terjadi akibat pendangkalan di sepanjang aliran irigasi Banda Pontong.

Banjir Cingkariang terjadi setelah hujan deras terjadi di daerah tersebut sejak Minggu siang. Cingkariang mer Aliran irigasi di kawasan itu meluap dan menghajar pemukiman dengan rataan ketinggian mencapai 50 centimeter.

Dalam data BPBD Agam terbaru, tercatat sebanyak 42 unit rumah terdampak, 5 fasilitas pemerintahan, 1 rumah tahfiz, air diketahui surut sekitar pukul 19.00 WIB.

Hatta Rizal