Pemilu 2019 Diprediksi Bakal Lebih Rumit dan Kompleks

"Untuk tingkat daerah dan pusat paling tidak akan ada 5 pilihan yang harus dilakukan oleh masyarakat"
Ilustrasi (Dok.Klikpositif)

POLITIK, KLIKPOSITIF -- Pemilihan Umum pada tahun 2019 mendatang diperkirakan akan lebih rumit, kompleks, dan massal daripada pemilu yang lalu. Pasalnya pemilihan legislatif dan pemilihan presiden berlangsung serentak.

Hal itu diungkapkan oleh Menko Polhukam Wiranto. Ia mengatakan "Untuk tingkat daerah dan pusat paling tidak akan ada 5 pilihan yang harus dilakukan oleh masyarakat, termasuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)," katanya.

Ia menjelaskan, jika dilihat bahwa kontestan yang terlibat yakni melibatkan para partai politik yang harus berkontestasi supaya eksis sebagai parpol dengan batas parliamentary threshold 4 persen.

Sebab, kalau sampai tidak lewat dari itu, dia akan tersingkir dari perpolitikan nasional karena itu parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi.

Lalu perorangan kata dia, para calon legislatif di pusat maupun daerah juga melakukan kontestasi, termasuk DPD.

"Sehingga memang hiruk pikuk, memang akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan," ucap Wiranto.

Terkait dengan itu, pemerintah akan coba mencari hal-hal yang cukup rawan dalam rapat koordinasi untuk diperbincangkan bersama, apakah dalam soal perhitungan, aktivitas di lapangan, dan sebagainya.

"Para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan, himbauan dan penekanan pada para pemangku kepentingan di daerah," ungkap dia.

Di sisi lain, hal terpenting yang diperlukan, menurut Menko Polhukam Wiranto, adalah satu sinergi dan koordinasi hingga ke tingkat yang paling ujung, ke tingkat dimana di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung memilih pilihan mereka.

Kemudian, diharapkan agar para petugas di lapangan baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai paling bawah mengenali tugas mereka masing-masing, dan tidak hanya itu tapi juga mengenali kemungkinan masalah yang akan ... Baca halaman selanjutnya