Konflik Pilpres Bisa Ditekan Mulai dari Lingkungan Keluarga

"Konflik bisa ditekan dengan cara mengedukasi anggota keluarga "
Deklarasi Parit Pagar NKRI (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sekelompok pemuda di Kota Padang yang mengatasnamakan diri sebagai Parit Pagar NKRI menginginkan pemilihan Presiden yang berlangsung tahun depan berjalan damai.

Kelompok yang terdiri dari organisasi mahasiswa internal kampus, dan kelompok kepemudaan lainnya ini ingin menempuh langkah-langkah konkrit untuk menekan potensi konflik selama momen pesta demokrasi tersebut.

Bagi mereka, langkah-langkah itu bisa dimulai dari lingkup yang lebih kecil yakni lingkungan keluarga. Sebab, faktor dukung-mendukung salah satu pasangan calon itu bisa membuat masyarakat terpecah belah.

"Kami menolak bentuk kampanye yang berpotensi memecah belah masyarakat, apalagi Sumatera Barat ini terkenal dengan masyarakatnya yang damai," kata Koordinator Parit Pagar NKRI, Rifki Fernanda.

Di lingkungan keluarga, menurut dia, konflik bisa ditekan dengan cara mengedukasi anggota keluarga dari provokasi-provokasi yang timbul selama Pemilu dan Pilpres.

"Pada dasarnya kami menolak keras kampanye yang berpotensi memecah belah masyarakat di Sumatera Barat," tegas Rifki.

Lantas, di lingkungan masyarakat yang lebih luas, kelompok Parit Pagar NKRI ini mencoba untuk berafiliasi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengurusi Pemilu.

"Jikalau berkenan dan direspon, kami ingin membantu pemerintah menjaga proses pemilihan anggota legislatif dan eksekutif tersebut bisa berjalan damai," tuturnya.

"Sebab, agenda politik itu hanya sementara. Perdamaian bangsa lebih penting," tukas Rifki. Untuk mewujudkan hal tersebut, kelompok pemuda itu telah resmi mendeklarasikan diri pada Rabu, 26 September 2018 sore.

Dalam deklarasinya, Parit Pagar NKRI menyampaikan 5 pernyataan sikap terkait Pemilu dan Pilpres.

Lima pernyataan sikap itu diantaranya yakni menolak seluruh bentuk kampanye yang berpotensi memecah belah masyarakat, menolak kampanye yang memuat isu Sara ... Baca halaman selanjutnya