Partai Demokrat Gugat KPU Ke Bawaslu Sawahlunto, Kerena Hal Ini

" atas gugatan tersebut pihaknya sudah melakukan mediasi antara kedua pihak namun mediasi tidak menemukan titik temu."
Ketua DPD Partai Demokrat Kota Sawahlunto, Weldison (KLIKPOSITIF/ Haikal)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Sawahlunto menerima gugatan Partai Demokrat Kota Sawahlunto yang ditujukan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto. Gugatan tersebut berisi tentang adanya calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat yang di coret dalam daftar caleg tetap (DCT).

Diketahui, Caleg Partai Demokrat yang dicoret dari DPlCT tersebut bernama Syamdirja untuk daerah pemilihan (Dapil) 2 Talawi. Sebelumnya Syamdirja telah ditetapkan di daftar pemilih sementara (DCS).

Anggota Bawaslu Kota Sawahlunto, Wilma Erida mengaku atas gugatan tersebut pihaknya sudah melakukan mediasi antara kedua pihak namun mediasi tidak menemukan titik temu.

"Pada Jumat 28 September kemarin, kita sudah lakukan mediasi, namun tidak ada titik temu," katanya, Sabtu 29 September 2018.

Dengan tidak adanya titik temu, lanjut Wilma, Bawaslu akan mengadakan sidang Adjudikasi pada Senin 1 Oktober 2018 mendatang.

"Pokok objek gugatan ialah SK KPU mengenai DCT. KPU menyatakan dicoretnya Caleg Partai Demokrat dari DCT karena tidak memenuhi syarat (TMS) atas laporan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Partai Demokrat Kota Sawahlunto, Weldison mengatakan tetap bersikukuh Syamdirja untuk diloloskan di DCT.

"Kita bersikukuh untuk menggugat, KPU harus meloloskan caleg kami, kami meminta surat laporan masyarakat. Ini menyangkut harga diri partai, tegasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua KPU Kota Sawahlunto, Fadhlan Armey mengatakan KPU Kota Sawahlunto akan menjalani proses yang dilakukan. "Kita tunggu saja, kita jalani prosesnya di Bawaslu. Dasar kami atas laporan dari masyarakat," ujar Fadhlan.

(Haikal)