Kader PBB Payakumbuh Pindah Partai, DPC Sudah Ajukan Berkas PAW

"Untuk proses PAW sendiri, setelah adanya persetujuan dari DPRD, nantinya berkas akan diajukan ke pemerintahan."
Ketua DPC PBB Kota Payakumbuh, Nasrul Tuanku Baringin. (Taufik Hidayat Kampai/KLIKPOSITIF)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Payakumbuh telah menyerahkan berkas Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk salah seorang kadernya di DPRD Payakumbuh, Alex Wijaya yang pada memilih mundur sebagai kader PBB dan maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi dari Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PBB Payakumbuh, Nasrul Tuanku Baringin saat melakukan silaturrahmi dan workshop bersama caleg DPR-RI, DPR Provinsi, dan DPRD Kota Payakumbuh di Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh.

"Untuk berkas PAW saudara Alex Wijaya sudah kami ajukan ke DPRD Payakumbuh semenjak awal bulan lalu," katanya kepada KLIKPOSITIF, Sabtu 29 September 2018.

Dikatakannya,  sebagai PAW yang diajukan oleh DPC PBB adalah Djavilus dari daerah pemilihan I, Payakumbuh Barat. Penunjukan PAW tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. "Pada pileg yang lalu, Djavilus memperoleh 166 suara," lanjutnya.

Untuk proses PAW sendiri, setelah adanya persetujuan dari DPRD, nantinya berkas akan diajukan ke pemerintahan. Dari situ bekas akan langsung ke provinsi untuk kemudian dilakukan pelantikan PAW. Terkait kapan akan bisa dilaksanakannya pelantikan PAW, Tuanku mengaku belum bisa memastikannya.

“Karena masih ada proses-proses yang mesti dilalui terlebih dahulu. Kami sampai saat ini masih menunggu dan tentunya berharap PAW ini bisa tuntas sesegera mungkin,” urainya.

Dalam kesempatan itu, Tuanku juga menghimbau seluruh kader PBB untuk bisa lebih loyal terhadap partai apabila nanti terpilih sebagai anggota DPRD. Selain itu perjuangan kepentingan rakyat juga harus diutamakan.

“Tentunya kami semua berharap setiap kader PBB yang nantinya terpilih bisa tetap loyal terhadap dan memperjuangkan aspirasi daerah pemilihannya,” jelas Tuanku kemudian.

[Taufik Hidayat ... Baca halaman selanjutnya