Bantu Korban Bencana, Unand Kirimkan Tim Medis ke Palu dan Donggala

"Tim yang berangkat tersebut terdiri dari lima orang dokter penting"
Tim medi Fakultas Kedokteran Unand (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Universitas Andalas (Unand) mengirimkan tim medis dari Fakultas Kedokteran (FK) dan Pusat Tanggap Kebencanaan Universitas untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah.

Tim yang berangkat tersebut terdiri dari lima orang dokter penting seperti Bedah Torak Orthopedi, Anastesi, PPDS Bedah, dan dua perawat. Mereka berangkat membawa peralatan medis dan obat-obatan.

Selain itu, tim juga membawa 60 kg paket makanan khas Sumbar, yakni rendang.

"Kita berangkat dari sini jam 2, dari BIM, ke Makasar dulu," kata ketua tim, dr. Muhammad Riendra, Senin 1 Oktober 2018, sebelum keberangkatan, di FK Unand, Jati.

Perjalanan tim akan dimulai dari Makasar, dari sana sebut dia, tim akan mengikuti arahan untuk menuju Palu, apakah menumpang pesawat Herkules atau dari Mamuju dengan jalan darat.

"Ke Makasar dulu. Di sana kita cari alternatif, apakah lewat udara bisa dibantu tentara, atau ke Mamuju, kabarnya ada lima atau enam jam," ungkapnya.

Untuk penempatan, tambahnya, sejauh ini mereka masih menunggu arahan dari pusat krisis, apakah dari Kemenkes ataupun TNI.

"Sampai di sana kita melapor kepada petugas di bandara, baik itu dari Kemenkes ataupun TNI, nanti mereka akan mengarahkan, apakah penempatan kita di RS Tentara, bisa jadi RS lapangan," sebut dia.

Dalam perjalannya, tim juga membawa 60 kg paket rendang yang dikumpulkan dari alumni FK. Untuk obat-obatan disuport dari RS Unand, dan Dinas Kesehatan Sumbar.

"Kita ini tim kolaborasi, dosen dan alumni membawa sumbangan rendang, 60 kg, mudah mudahan ada tambahan. Obat obatan dari RS Unand dan Dinas Kesehatan, tentunya sangat bermanfaat untuk kita manfaat di lapangan nanti. Mungkin jalannya akan berlaku, untuk tim semuanya laki-laki, belum berani membawa perempuan, melihat situasi yang belum kondusif," pungkasnya kemudian.

[Cecep Jambak]