Dandim 9310/SSD Paparkan Akar Permasalahan Narkoba

"Masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam memberikan informasi penyalahgunaan narkoba"
Pemaparan Dandim 9310/SSD (Istimewa)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Komandan Distrik Militer (Dandim) 9310/SSD (Sawahlunto, Sijunjung Dharmasraya), Letkol Inf. Irvan Yusri menyebut akar permasalahan narkoba berawal dari gaya hidup dan kesulitan ekonomi.

"Ada orang menggunakan narkoba karena life style atau gaya hidup dengan narkoba dia merasa lebih dari yang lain. Ada juga karena kesulitan ekonomi karena dengan iming-iming untung besar sehingga terlibat dalam peredaran narkoba," katanya saat jadi nara sumber Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Hotel Ombilin, Sawahlunto, Senin 1 Oktober 2018.

Untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba menurutnya tidak akan efektif jika hanya difokuskan pada langkah penindakan.

“Saya melihat upaya ini sebagai salah satu langkah bijak untuk mencegah maraknya peredaran narkoba melalui pendekatan persuasif, karena dengan ini masyarakat akan memahami bahaya dan kerugian yang ditimbulkan jika mengkonsumsi, terlebih lagi mengedarkan segala jenis narkoba," tambahnya.

Masih kata Irvan, bahaya bahan adiktif yang terdapat dalam narkoba akan berdampak negatif yang mengakibatkan hilangnya akal sehat. "Banyak para pencandu narkoba untuk mendapatkan barang haram rela mencuri barang berharga untuk menukarkan dengan narkoba yang diinginkan," sebutnya.

Untuk itu, Irvan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi penyalahgunaan narkoba kepada BNN, kepolisian, bahkan beritahu saya sekalipun, siapapun pelakunya, walaupun dia tentara, polisi, siapapun dia kita berantas narkoba di Sawahlunto ini.

"Harapannya dari kegiatan ini, kelompok masyarakat dapat menjadikan referensi dalam menimba wawasan dan dimanfaatkan secara optimal, serta dapat di implementasikan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara, agar sehat fisik, mental dan sosial tanpa narkoba," tutupnya.

[Muhammad Haikal]