Enam Perantau Minang Meninggal Dunia Saat Gempa Palu

"Ada 15 korban yang terdata. Rinciannya 6 orang meninggal, 7 masih pencarian, 2 orang luka-luka"
Kondisi yang terjadi saat gempa dan tsunami di Palu. (BBC)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Penghubung Sumbar, Andre Setiawan menjelaskan, sedikitnya 15 orang perantau terdata menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Palu. Sebanyak enam orang dinyatakan meninggal dunia, lima orang sudah dimakamkan dan seorang lagi belum dievakuasi.

"Mereka berdomisili di Palu. Ada 15 korban yang terdata. Rinciannya 6 orang meninggal, 7 masih pencarian, 2 orang luka-luka," ungkapnya, Kamis 4 Oktober 2018.

Dijelaskannya, identitas korban belum bisa dipastikan secara utuh sebab pendataan masih dilakukan secara darurat oleh Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Palu. “Masih ada keterbatasan pendataan, tapi ini akan diperbarui terus,” katanya. (*)

Berikut daftar anggota keluarga Minang yang meninggal, luka dan belum ditemukan dalam bencana alam gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

  1. Man Rangkito (sudah dimakamkan)
  2. Ad Rangkito (belum ditemukan)
  3. Amak Sori (sudah dimakamkan)
  4. Canak, Mama dari Jon Balaroa (belum ditemukan)
  5. Upik, anak Akong (sudah dimakamkan)
  6. Suami Camel (belum dievakuasi)
  7. Istri Apak (sudah dimakamkan)
  8. Menantu Apak (belum ditemukan)
  9. Adit suami Yanti Mak Etek (belum ditemukan)
  10. On (luka, kaki patah)
  11. Dua orang anak si On (belum ditemukan)
  12. Menantu Apak (belum ditemukan)
  13. Istri Haji Syamsir (luka berat)
  14. Suami Karmeldawati (meninggal)

[Joni Abdul Kasir]