Polri Tangkap Empat Orang Penyebar Hoax Gempa Palu

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Republik Indonesia menangkap empat orang tersangka penyebar informasi palsu alias Hoax soal bencana gempa bumi yang disertai tsunami yang melanda Palu dan Donggala.

Sebelumnya polisi telah menangkap empat tersangka, jadi sekarang ada delapan tersangka yang telah ditangkap karena kasus tersebut.

baca juga: Mulai Hari Ini TNI dan Polri Diperintahkan Disiplinkan Masyarakat Empat Provinsi

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan jika tidak semua tersangka ditahan di Donggala, ada pula tersangka yang ditahan di Lombok Timur.

"Tidak semuanya ditahan di Donggala ya, ada di Lombok Timur, terkait kasus ini bukan di Donggala semua. Kecuali ada hal - hal tertentu yah misalnya sakit, ibu menyusui, itu yang ditangkap di Lombok Timur itu ibu - ibu," katanya dikutip dari Suara.com-jaringan KLIKPOSITIF .

baca juga: KPK Limpahkan Kasus OTT THR Pejabat Kemendikbud RI ke Polri, Ini Alasannya

Ia menambahkan bahwa untuk menggunakan smartphone atau internet tidak bisa sembarangan apalagi menyebar berita yang belum pasti ada kebenarannya.

"Ingat, saring sebelum sharing, ini perlu peran media, bahwa menggunakan medsos harus hati-hati dan bijak," tandasnya.

baca juga: Beredar Pesan Adanya Kuota 10 Gb Gratis saat Pandemi COVID-19, Hoaks

Sementara, Dirtipidsiber Bareskrim Polri , Kombes Asep Safrudin Wibowo menegaskan pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap 14 akun media sosial yang diduga telah menyebarkan berita bohong terkait gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dan di NTB.

Menurut dia, informasi palsu tersebut dapat menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat.

baca juga: DPR Harap Polri Jadi Pengayom Masyarakat saat PSBB

Ini Nama Empat Tersangka Penyebar Hoax soal Gempa Palu :

- Nama : ADE IRMA SURYANI NUR Ditangkap di : Jeneponto, Hari Selasa, Tanggal 3 Oktober, Pukul 12:30 WITA, karena pada tanggal 28 September 2018 telah memposting tulisan bendungan Bili - Bili di Palu retak disebabkan gempa.

- Nama : DHANY RAMDHANY Ditangkap di kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, pukul : 09:30 WIB , karena pada tanggal 1 Oktober 2018 telah memposting tulisan seolah-olah sangat mungkin terjadi Gempa di Pulau Jawa khususnya Jakarta.

- Nama : MARTHA MARGARETHA Ditangkap di Surabaya, pukul 13:40 WIB, karena pada hari jumat tanggal 24 Agustus 2018 telah memposting konten berita hoax mengenai gempa MEGATRUST pulau Jawa dan sangat mungkin terjadi di Jakarta diperkirakan berkekuatan 8,9 SR.

- Nama : MALINI Ditangkap di Pekanbaru, pukul 13:00 WIB, karena pada 2 Oktober 2018 telah memposting tulisan hoax prediksi BMKG JAKARTA dan Jawa sekitarnya akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan 8,6.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa