Tingkatkan Kemandirian Masyarakat, TKSB di Sijunjung Menggelar Simulasi Bencana

Simulasi bencana yang digelar TKSB Godok Obuih, Sijunjung.
Simulasi bencana yang digelar TKSB Godok Obuih, Sijunjung. (istimewa)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung bekerjasama dengan Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat menggelar simulasi bencana. Simulasi diikuti sebanyak 60 peserta yang tergabung dalam Tim Kampung Siaga Bencana (TKSB) Godok Obuih Nagari Lubuktarok di Nagari Lubuktarok, Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung.

"Simulasi bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana bila sewaktu-waktu terjadi," kata Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Sijunjung, Yendri pada Minggu 7 Oktober 2018.

Dalam simulasi tersebut, peserta dihadapkan terjadinya banjir bandang di Nagari Lubuktarok, dalam peristiwa itu dua warga dan 20 buah rumah hanyut dibawa arus Batang Sukam. Diduga banjir tersebut akibat adanya pembalakan liar yang kian merajalela.

Baca Juga

Melihat bencana yang terjadi, Walinagari Lubuktarok, Zuriatman langsung memerintahlan TKSB Godok Obuih untuk melakukan penyelamatan dan mengevakuasi korban bencana. "Kita harus segera mengevakuasi para korban, terutama para ibu hamil dan lansia dan warga lainnya tanpa terkecuali," kata Walinagari.

Berkat kesiagaan TKSB Godok Obuih 2 warga yang sempat terbawa arus itu berhasil djselamatkan. Begitu juga ibu hamil 8 bulan, dan lansia, 80 tahun patah kaki juga berhasil dievakuasi dengan selamat meski harta benda mereka tak bisa tertolong.

Sementara itu, Bupati Sijunjung diwakili Asisten 1 Setdakab Sijunjung, Irwandi, mengaku senang atas pelaksanaan pelatihan simulasi TKSB Godok Obuih Nagari Lubuktarok tersebut. Bahkan bupati juga melakukan pengukuhan TKSB Godok Obuih sekaligus menutup pelatihan TKSB dan simulasi bencana itu.

"Masyarakat kita hidup di potensi kejadian alam, untuk itu kita butuh pencegahan agar terhindar dari bencana dan sangat dibutuhkan KSB yang selalu siaga bila saat dan pasca bencana. Kami sangat mengapresiasi dengan adanya KSB ini," ujarnya.

Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Propinsi Sumbar, Iskandar, menjelaskan dalam kegiatan tersebut semua peserta dibekali tentang penanggulangan bencana termasuk mendirikan tenda.

"Yang terpenting kenapa TKSB dibentuk dan bisa menyelamatkan korban dan semua itu bisa disampaikan dalam pelatihan TKSB. Kampung siaga evakuasi mandiri ini memang sedang digalakkan dan punya gardu sosial, lumbung sosial sehingga logistik bisa ditempatkan disitu," ucap Iskandar.

Bahkan di Lubuktarok kini sudah memiliki Lumbung Logistik di eks kantor UPTD Pendidikan Jorong Kototuo. "Ini kegiatan kedua di Sumbar setelah dilaksanakan sebelumnya di Bukittinggi, bahkan konsep ini yang dipakai pemerintah dan ini KSB yang ke 19 di Sumbar dan TKSB kedua di Sijunjung," tutupnya.

[Muhammad Haikal]

Penulis: Agusmanto | Editor: -