Lima Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Bulan Oktober

"Oktober pun tak kalah dengan peristiwa oposisi langit dan Bulan purnama, "
Ilustrasi (Pixabay)
titik radian di rasi bintang Orion, yang memiliki ciri khas dengan tiga bintang sejajar. Rasi bintang ini akan berada setinggi dua puluh derajat dari ufuk timur pada tengah malam. Pengamat dapat mulai melihat meteor Orionid mulai pukul 12 malam hingga 6 pagi.

4. Fase Bulan Purnama

Bulan purnama kali ini akan terjadi pada 24 Oktober mendatang dan dapat dilihat pada pukul 11:47 malam. Bulan purnama sendiri terjadi ketika Bulan berada di titik oposisi terhadap Matahari, sekitar 180 derajat dari Matahari. Nantinya, Bulan purnama akan berada di depan rasi bintang Pisces tepat setelah Matahari terbenam.

5. Konjungsi Jupiter dengan Merkerius

Rupanya, bulan Oktober kali ini pengamat dapat melihat dua planet tata surya berdekatan sebanyak dua kali. Menutup peristiwa langit yang akan terjadi di bulan Oktober ini, konjungsi planet Jupiter dengan Merkurius jatuh pada tanggal 30 Oktober. Kedua planet ini akan terlihat sangat rendah di ufuk barat saat Matahari terbenam sekitar mulai pukul 6 sore di ketinggian enam derajat. Konjungsi ini dapat diamati selama 1 jam 30 menit. 

Sumber: suara.com