Jumlah Pendonor dengan Kebutuhan Darah di Payakumbuh Belum Seimbang

"Rata-rata di kita ini butuh darah sekitar 60 kantor setiap hari. Dari jumlah itu paling-paling kita bisa bantu 20 kantong perharinya"
ilustrasi donor darah (net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kebutuhan darah di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota setiap harinya mencapai 60 kantong darah. Dari jumlah kebutuhan itu, hanya 20 kantong yang bisa dipenuhi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Payakumbuh.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PMI Kota Payakumbuh, Robby Muchsis. Dia menyebut, pihaknya selalu berupaya untuk mendorong masyarakat di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk selalu rutin melakukan donor darahnya tiga bulan sekali.

"Rata-rata di kita ini butuh darah sekitar 60 kantor setiap hari. Dari jumlah itu paling-paling kita bisa bantu 20 kantong perharinya," kata Robby kepada KLIKPOSITIF, Kamis 11 Oktober 2018.

Dijelaskannya, PMI Payakumbuh sendiri selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya donor darah. Bukan hanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, tapi juga untuk kesehatan si pendonor sendiri.

"Masyarakat kita belum terlalu memahami tujuan dari donor darah. Masih banyak yang masih takut untuk donor darah, padahal donor darah itu bagus untuk kesehatan," urainya.

"Kita melakukan inventarisir pendonor yang ada di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk bisa berdonor tiga bulan sekali. Sebetulnya jumlahanya belum mencukupi jumlah pendonor dengan darah yang dibutuhkan," tambahnya kemudian.

Selain persoalan pemahaman masyarakat, peran PMI Kota Payakumbuh untuk bisa meningkatkan jumlah pendonor juga terkendala akibat belum adanya unit transfusi darah (UTD) di kantor PMI.

"Berhubung PMI Kota Payakumbuh baru kembali eksis dan terbentuk April lalu, UTD-nya masih berada di Rumah Sakit Umum Dr Adnan WD Payakumbuh. Untuk di Sumbar sendiri baru empat PMI yang memiliki UTD sendiri, yaitu Bukittinggi, Padang, Solok, dan Tanah Datar," lanjutnya.

Karena belum tersedianya UTD itu, Robby menerangkan, peran pihaknya dalam meningkatkan jumlah pendonor lebih kepada mengajak masyarakat. Kalau memang ada ... Baca halaman selanjutnya