Terdampak Banjir, Warga di Pasaman Ini Pakai Transportasi Rakit

"belum ada pihak BPBD yang datang ke nagari tersebut untuk melakukan pendataan dan melihat kondisi banjir"
Masyarakat di Nagari Lansek Kadok, Pasaman menggunakan rakit untuk transportasi saat banjir. (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Warga Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman membuat rakit batang pisang untuk transportasi penyeberangan sepeda motor dari Lansek Kadok menuju Koto Panjang, Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kamis (11/10).

Inisiatif tersebut dibuat warga supaya bisa membantu warga setempat untuk melakukan penyeberangan. Jarak tempuh rakit tersebut sekitar 100 meter. Salah seorang warga setempat, Rudi mengatakan, air banjir hingga saat ini masih setinggi satu meter lebih sejak Selasa 9 Oktober 2018.

Puluhan rumah warga terendam di nagari (desa) tersebut. "Membuat rakit dari batang pisang dan potongan kayu merupakan inisiatif warga untuk melakukan penyeberangan sepeda motor," katanya.

Menurutnya, untuk satu unit sepeda motor diminta uang Rp10 ribu ntuk uang lelah yang mendorong rakit batang pisang tersebut. Hingga saat ini, air banjir belum juga menyusut. Selain itu, belum ada pihak BPBD yang datang ke nagari tersebut untuk melakukan pendataan dan melihat kondisi banjir.

"Belum ada dari BPBD Pasaman pak, makanya kami buat inisiatif pakai rakit batang pisang untuk menyeberang kendaraan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan di tujuh kecamatan di Pasaman. Dalam dua hari ini, timnya masih melakukan pendataan daerah yang terdampak banjir.

"Kita masih melakukan pendataan dua hari kedepan. Masih banyak daerah terdampak banjir yang belum terjamah," tutupnya.

[Man St Pambangun]