Hingga Oktober 2018, Baru 8.700 Hektar Realisasi Asuransi Petani di Sumbar

Banjir di Pasaman Barat
Banjir di Pasaman Barat (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra mengatakan sebanyak 8.700 hektare (ha) asuransi pertanian telah berjalan di Sumbar. Hal ini dari total 14.000 ha yang ada di Sumbar.

"Asuransi itu bagaimana menjaga dan menjamin kesinambungan dan keselamatan pertanian. Ini memang butuh sosialisasi melalui tenaga penyuluh," katanya saat ditemui disela - sela kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Sinergitas DPW, DPD Perhiptani dengan Instansi terkait Provinsi dan Kabupaten/kota se-Sumbar, Kamis, 11 Oktober 2018.

baca juga: Perantau Sudah Mudik Dilarang Merantau Lagi, Gubernur: Bertani Saja di Kampung!

Menurutnya, kurangnya realisasi dipengaruhi cara pandang petani sendiri. Petani masih tebelenggu dengan cara pandang lama, jika tidak mengalami gagal panen uang asuransi yang mereka bayarkan balik lagi kepada mereka. Padahal prosedur asuransi tidak seperti itu.

Dijelaskannya, setiap petani akan mendapat santunan Rp6 juta/hektar lahan sawah yang gagal penen dengan hanya membayar premi Rp36.000/hektar. Prinsip asuransi ditanggulangi secara gotong royong atau sistem silang. "Besaran jumlah iuran asuransi sebenarnya Rp180.000, namun di subsidi pemerintah sebesar Rp144.000 hingga petani hanya membayar Rp36.000 saja. Besaran ditanggung tanggungan asuransi sesuai tingkat kerusakan potensi gagal panen. Mulai dari 30 persen hingga seratus persen," jelasnya.

baca juga: Dampak COVID-19, KLHK Anggarkan Rp1,01 Triliun Untuk Bantu Masyarakat dan Petani Hutan

Candra mengatakan daerah yang agak kurang keikutsertaannya dalam asuransi seperti Kota Pariaman, Agam dan Tanah Datar. Sebaliknya malah daerah seperti Kabupaten Pasaman melebihi dari terget keikutsertaan.

"Pasaman banyak yang ikut asuransi. Sekarang mereka ada banjir. Nanti tinggal klaim saja ke Jasindo sebagai pemegang asuransi," katanya.

baca juga: Pandemi Covid-19, Produksi Padi Petani Sungayang Meningkat

Namun terkait banjir di Pasaman, hingga saat ini Candra mengaku belum mendapatkan data dilapangan, berapa jumlah lahan pertanian yang rusak akibat banjir.

"Petugas sedang bekerja dilapangan. Nanti setelah ada laporan baru dihitung berapa persen kerusakan, selanjutnya pencairan dana asuransi," tuturnya.

baca juga: Harga Gambir Merosot Tajam, Petani di Lima Puluh Kota Menjerit

Laporan dari salah seorang staf Nagari Tanjung Betung Timur Abdul Rauf, terdapat sekitar 30 hektare lahan pertanian dihantam banjir dan digenangi air. "Sawah baru siap tanam digenangi air, sehingga banyak padi yang baru ditanam hanyut," katanya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Fitria Marlina