Alahan Panjang Disiapkan Jadi KEK Agrowisata di Kabupaten Solok

"Bupati Solok bahkan mengaku siap memberikan perlakuan khusus bagi daerah yang dicanangkan sebagai KEK Agrowisata "
Seminar penjajakan awal pembentukan KEK Agrowisata Alahan Panjang Kabupaten Solok (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Kawasan Alahan Panjang direncanakan akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Agrowisata di Kabupaten Solok. Hal ini mengingat, potensi pertanian berbasis wisata yang dimiliki daerah tersebut.

"Kita ingin penerapan KEK Agrowisata bisa secepatnya dilakukan di Kabupaten Solok sehingga berdampak pada ekonomi petani," kata Bupati Gusmal saat seminar penjajakan awal pembentukan KEK Agrowisata Alahan Panjang di Mercure Hotel, Kamis (11/10).

Bupati Solok bahkan mengaku siap memberikan perlakuan khusus bagi daerah yang dicanangkan sebagai KEK Agrowisata nantinya. Terlebih lagi, tujuan dari penerapan KEK Agrowisata selaras dengan pilar pembangunan yang disusunnya.

"Kita berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat secara merata di setiap sektor yang ada, termasuk sektor pertanian yang menjadi andalan bagi Kabupaten Solok," cetus bupati.

Gusmal juga mengusulkan penggunaan istilah KEK Agrowisata Alahan Panjang diganti dengan KEK Agrowisata Lembah Gumanti. Dengan harapan cakupannya lebih luas.

Pembentukan KEK di Kabupaten Solok juga mengacu pada kebijakan tanpa pembebasan lahan dan sangat sesuai dengan tipikal daerah. "Dengan begitu, masyarakat secara luas bisa mengikuti program ini," tutup Gusmal.

Sementara itu, Anggota DPD-RI Nofi Candra sangat yakin pencanangan Kawasan Ekonomi khusus di Kabupaten Solok bisa diwujudkan.

Terlebih lagi, dua tahun lalu, Kawasan Alahan Panjang ditetapkan sebagai salah satu sentra pertanian bawang merah untuk pulau Sumatera oleh Kementan.

"Lahan penanaman bawang merah terus berkembang dari 2000 Ha menjadi lebih kurang 7000 Ha. Ini dasar utama Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti cocok dijadikan sebagai KEK Agrowisata," sebut Senator asal Kabupaten Solok itu.

Seminar itu juga turut dihadiri praktisi pertanian Prof. Helmi dan Komite Ekonomi dan industri Nasional, Roni P. ... Baca halaman selanjutnya