KPID Sumbar Awasi Lembaga Penyiaran di Tahun Politik

"Saat ini, baru enam televisi kabel yang mempunyai izin"
FGD KPID Sumbar bersama Media Cetak dan Online. (Joni Abdul Kasir/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar berupaya intensif mengawasi isi siaran lembaga penyiaran di Sumbar baik lokal maupun nasional yang mempunyai jaringan di daerah. Kemudian KPID juga membidik televisi kabel ilegal di Sumbar.

Anggota KPID Sumbar Robert Cenedy menjelaskan, pengawasan isi siaran di masa dan tahapan kampanye menjadi penting untuk diawasi. Sehingga tidak ada aturan yang dilanggar dan peserta pemilu mendapatkan proporsi yang sama dari lembaga penyiaran.

"Bukan hanya itu, masyarakat juga harus mendapat tontonan dan siaran yang mendidik di tahun politik," ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD) KPID Sumbar, Kamis (11/10) di Kantor KPID Sumbar.

Jika ada yang nakal, KPID Sumbar tidak segan - segan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan. Mulai dari teguran hingga mencabut izin siaran.

"Untuk itu kami perlu media cetak dan online juga ikut terlibat mengawasi dan menyapaikan termasuk memberitakan sanksi yang diberikan kepada lembaga penyiaran yang nakal," tegasnya.

Senada dengan Robert, Koordinator Bidang Isi Siaran Melani Friati menyampaikan, sinergi dengan media cetak dan online sangat penting dilakukan dalam pengawasan isi siaran.

"Apalagi di tahun politik, berbagai informasi suatu keniscayaan karane tidak semuanya bisa terpantau oleh KPID, apalagi menyangkut televisi kabel di daerah," jelasnya.

Wakil Ketua KPID Sumbar, Yuni Ariati, disinyalir ada puluhan televisi kabel yang tersebar di Sumbar tanpa izin. Saat ini, baru enam televisi kabel yang mempunyai izin yaitu Andalas vision Padang, Irama Mitra Media Padang Panjang, Denai Kabel Mandiri Payakumbuh dan Minang Saluran Ceria Bukittinggi dan Solok Vision dan Maulana Mitra Media Karimun.

"Disinyalir ada puluhan televisi kabel ilegal yang beroperasi di Sumbar. Padahal baru enam yang memiliki izin. Kita akan menindak mereka," ujarnya.

Yumi mengatakan menjamurnya ... Baca halaman selanjutnya