Gubernur Sumbar Minta Penanganan Banjir dan Longsor 'Dikeroyok'

"Jika satu daerah tak sanggup, daerah lain akan mendatangkan bantuan"
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Musim hujan bisa menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik di Sumatera Barat (Sumbar). Untuk itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta kepala daerah untuk waspada dan siaga. Kemudian, mengimbau masyarakat untuk siaga bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

"Banjir ini kan kondisi alam, memang sekarang musim hujan. Kita juga tidak bisa menahan-nahannya, namun perlu waspada dan siaga," ujarnya, Jumat 12 Oktober 2018 di Padang.

Dijelaskan Irwan, setiap daerah di Sumbar sudah memiliki kesepakatan untuk melakukan penanganan bencana seperti banjir dan longsor ditangani atau 'dikeroyok' secara bersama-sama. "Banjir kan sekian menit, kemudian pembersihan dilakukan secara bersama. Jika satu daerah tak sanggup, daerah lain akan mendatangkan bantuan," kata Irwan.

IP (sapaan akrab Gubernur) juga mengimbau masyarakat daerah perbukitan yang berpotensi longsor untuk waspada. Begitu juga dengan masyarakat di pinggir sungai, waspada banjir.

Data dari BPBD Sumbar, sedikitnya 11 kabupaten dan kota dilanda banjir, ratusan rumah terendam air hingga satu meter dan lima orang meninggal dunia (3 orang Padang Pariaman dan 2 Tanah Datar). Tak hanya itu, ratusan hektar areal persawahan dan hewan ternak menjadi korban.

Untuk daerah yang terdampak banjir yakni, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabuapaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok dan Kota Sawahlunto.

[Joni Abdul Kasir]