Masih Banyak Warga Sumbar Belum Bisa Gunakan Hak Pilih Saat Pemilu 2019

Pengecekan DPT yang dilakukan oleh tim GMHP KPU Sumbar di Pasar Raya Padang
Pengecekan DPT yang dilakukan oleh tim GMHP KPU Sumbar di Pasar Raya Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat mencatat, masih warga belum bisa menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Umum ( Pemilu ) 2019 mendatang.

Hal itu terungkap saat penelusuran yang dilakukan oleh tim Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) mobile di sejumlah lokasi di Kota Padang.

baca juga: Polda Sumbar Akan Tindaklanjuti Laporan Ketua KPU Sumbar

Penelusuran ini dilakukan serentak secara nasional dari 1 hingga 28 Oktober 2018 mendatang. Untuk di Kota Padang, penelusuran berlangsung pada 11 hingga 13 Oktober 2018 tadi di kampus UNP, UNAND dan Pasar Raya Padang.

"Dari jumlah warga yang kami temui, 21 persen diantaranya tidak terdaftar dalam DPT Pemilu 2019 ," kata anggota tim GMHP KPU Sumbar, Zamzami pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Unggah KTP Ketua KPU Sumbar di Facebook, Petugas Posko COVID-19 Lubuk Peraku Padang Dipolisikan

Ia menjelaskan, untuk di Kota Padang sendiri, pihaknya sudah menemui sekitar 500 orang warga di beberapa lokasi. Angka 21 persen tersebut didapat dari 500 sampel itu.

Misalnya, sebut dia, dari 66 yang ditemui terdapat 5 pemilih gagal cek DPT , 48 pemilih terdaftar dan tang tidak terdaftar dan mengisi form tanggapan 13 orang pemilih ini terjadi di kampus Unand Limau Manis Padang, 11 Oktober 2018.

baca juga: Video Cekcok dengan Petugas Posko COVID-19 Beredar, Ini Klarifikasi Ketua KPU Sumbar

Sementara itu, di kampus UNP terdapat 33 sampel pemilih ditemui gagal mengecek 8 pemilih, terdaftar hanya 10 pemilih dan yang tidak terdaftar terdapat 15 pemilih pada 12 Oktober 2018.

"Dari 125 sampel yang ditemui terdapat 34 pemilih gagal cek DPT dan yang terdaftar 71 pemilih, namun yang tidak terdaftar dan yang mengisi formulir tanggapan sebanyak 20 orang pemilih," papar dia.

baca juga: Luncurkan Indeks Kerawanan Pilkada, Bawaslu Harap Kerja Sama Pemangku Kepentingan

Secara keseluruhan kata Zamzami, tiga hari GMHP mobile KPU Sumbar terjun ke masyarakat pemilih, terdapat 21 persen yang gagal cek DPT . Sementara yang terdaftar 57,6 persen dan dan yang tidak terdaftar dan mengisi formulir tanggapan sebesar 21 persen.

Sementara itu, anggota Tim GMHP Sumbar lainnya, Febrina Maulidya menambahkan, pemilih yang gagal cek data GMHP karena tidak membawa KTP dan ada juga beberapa pemilih tidak bersedia di cek KTP secara online oleh tim GMHP KPU Sumbar.

“Dengan tingginya presentasi  pemilih tidak terdaftar dan gagal cek data DPT maka program GMHP harus lebih digencarkan lagi selama waktu yang ditentukan sampai 28 Oktober mendatang,” ujarnya.

Katanya, GMHP bukan cuma pada pemilih saja yang belum terdaftar karena pindah domisili.

Namun juga kepada keluarga pemilih yang meninggal dunia atau yang telah jadi menjadi aparatur negara, seperti TNI-Polri. KPU minta kepada seluruh masyarakat melaporkan ke KPU.

"Apabila belum masuk di DPT ,  masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui PPS Kelurahan, yang sesuai domisili Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan membawa E-KTP atau KK atau Surat Keterangan dari Dukcapil," pungkasnya kemudian.

[Cecep Jambak]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa