Suap Izin Meikarta, KPK Sita Puluhan Ribu Uang Dolar Singapura

"Selain uang tersebut tim KPK menyita dua mobil "
Ilustrasi proyek Meikarta (Istimewa)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Tim Penindakan Korupsi KPK menyita sejumlah barang bukti dari operasi tangkap tangan (OTT), sejak Minggu 14 Oktober 2018 malam hingga Senin 15 Oktober di Kabupaten Bekasi.

Penangkapan itu dilakukan dalam kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta berupa uang pecahan dollar singapura dan rupiah.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, selain uang tersebut tim KPK menyita dua mobil berjenis Toyota Avanza dan Toyota Innova.

"Mobil Toyota Avanza milik Konsultan Lippo Group Taryadi (tersangka) dan mobil Innova milik pegawai Lippo Group Henry Jasmen (tersangka)," katanya Senin malam dikutip dari Suara.com-jaringan Klikpositif.

"Uang kami sita 90 ribu dolar Singapura dan Rp 513 juta. Penyitaan dari lokasi penindakan tim KPK," Syarief menambahkan.

Untuk diketahui, KPK telah mentapkan sembilan orang tersangka dalam kasus tersebut. Sembilan tersangka yakni Bupati Bekasi NHY periode 2017-2022 dan Direktur Operasional Lippp Group, BS.

Selain Neneng dan Billy, tim penindakan KPK juga mengamankan dua orang konsultan Lippo Group, FDP dan T serta pegawai Lippo Group HJ.

Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi, J, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi NR, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi DT, dan Kepala Dinas Damkar Bekasi SMN.

"Penyidik KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan setelah pemeriksaan 1x24 jam, menetapkan sembilan orang sebagai tersangka," sebut Syarief.

Syarief menyebut ada diduga pemberian izin meliputi proyek seluas total 774 hektar ini dibagi dalam tiga tahap. Yakni pertama 84, 6 hektar, kedua 252, 6 hektar, dan ketiga 101,5 hektar.

"Pembagian dalan perkara ini, diduga sebagai komitmen fee fase proyek pertama dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar, melalui sejumlah dinas," ujar Syarief

Adapun pasal yang ... Baca halaman selanjutnya