Jembatan Dihantam Banjir, Rakit Drum Jadi Solusi Penyeberangan di Daerah Ini

"perkampungan Lubuk Gobing yang mempunyai penduduk sekitar 1.600 jiwa atau 400 KK itu menjadi terisolasi"
Siswa naik rakit ke sekolah di Pasaman Barat. (istimewa)

PASBAR, KLIKPOSITIF -- Ratusan pelajar SMA, MAN dan MTsN di Jorong Lubuk Gobing, Nagari Silaping, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) terpaksa naik rakit untuk pergi sekolah pasca jembatan gantung di kampungnya dihantam banjir, Jumat 12 Oktober 2018 lalu.

Jembatan gantung dengan panjang sekitar 95 meter dan lebar dua meter itu sama sekali tak bisa dilalui karena dihantam banjir. Sehingga, perkampungan Lubuk Gobing yang mempunyai penduduk sekitar 1.600 jiwa atau 400 KK itu menjadi terisolasi.

Kepala BPBD Pasaman Barat, Tri Wahluyo mengatakan, untuk membantu akses transportasi masyarakat membuat rakit dari drum atau tong besi dan papan. Ini merupakan inisiatif warga setempat untuk alat transportasi penyebarangan bagi ratusan siswa dan masyarakat setempat.

"Setiap pukul 06.00 WIB pagi warga Lubuk Gobing telah siaga di sungai Batang Batahan untuk menyeberangkan anak-anak sekolah. Semuanya suka rela, bagi para pelajar tidak membayar satu sen pun demi menggapai cita-cita anak mereka" kata Tri Wahluyo kepada KLIKPOSITIF, Selasa 16 Oktober 2018.

Ratusan siswa yang berasal dari Jorong Lubuk Gobing tersebut menyeberang sungai untuk pergi sekolah ke SMA yang ada Silaping, sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan MTsN yang ada di Silayang. Aktifitas rakit ini mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB malam.

Sebab, tidak hanya untuk penyebarangan para pelajar saja, tapi juga dimanfaatkan untuk warga yang ingin ke luar kampung untuk membeli kebutuhan pokok sehari-harinya. Khusus untuk masyarakat, kalau menyeberang tidak dipatok ongkosnya, hanya seikhlasnya saja.

"Tujuan utama dari pembuatan rakit tersebut adalah untuk menghindari masyarakat dari terisolasi akibat bencana banjir," jelasnya.

Kemudian, tidak tertutup kemungkinan alat transportasi rakit tersebut akan berlangsung hingga akhir 2018 mendatang. Untuk anggaran 2018 di APBD Pasaman Barat juga belum tersedia dana untuk ... Baca halaman selanjutnya