Sumbar Masuk Tiga Besar Daerah Rawan Pemilu, Ini Kata Pengamat

"jika memang data yang dikirim Bawaslu RI tersebut merupakan data real, dalam menyikapi tidaklah perlu seperti kebakaran jenggot"
Pengamat politik Unand, Aidinil Zetra. (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo menyebut, Sumatera Barat masuk tiga besar provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi dalam Pileg dan Pilpres 2019 nanti. Yang tertinggi adalah Provinsi Papua Barat dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 52,83 persen, kedua Yogyakarta dengan 52,83 persen dan Sumbar dengan 51,21 persen.

Menyikapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Aidinil Zetra menyebut, jika memang data yang dikirim Bawaslu RI tersebut merupakan data real, dalam menyikapi tidaklah perlu seperti kebakaran jenggot.

"Kalau memang betul data yang real berdasarkan hasil pengawasan dan pemantauan Bawaslu itu sendiri. Kalau betul itu rawan, harus kita antisipasi dari awal, memprediksi langkah-langkah yang tepat dan signifikan untuk menghindari dari awal potensi kerawanan menjadi berkurang," ungkap Aidinil, Rabu 17 Oktober 2018.

"Kita antisipasi secara serius. Kalau memang penyelenggara pemilu merasa ini tidak benar, maka kita buktikan itu juga tidak benar," tambahnya.

Kata Aidinil, IKP tidak hanya dilihat dari faktor keamanan dan mengartikannya dari konflik semata. Bawaslu sendiri memakai empat dimensi dalam mengambil alat pemetaan. Empat dimensi itu adalah konteks sosial politik masyarakat, penyelenggara pemilu, kontestasi dan partisipasi masyarakat.

"Penyelenggara pemilu itu apakah sudah bebas dan adil. Kontestasi apakah sudah berlangsung secara bebas, tidak ada intimidasi atau penyimpangan dan pelanggaran, sehingga pemilu yang jujur dan kompetitif dapat berlangsung dengan baik. Partisipasi apakah masyarakat mempunyai peluang besar tahun 2019 menggunakan hak suara dalam pemilu," ungkapnya.

Dari empat ... Baca halaman selanjutnya