Longsor Tanah Datar, Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

"data kasar, sawah yang tertimbun mencapai 25 hektar"
Kondisi areal sawah yang tertimbun longsor di Tanah Datar. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF -- Puluhan hektar areal pertanian di Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar-Sumbar dilaporkan mengalami rusak parah akibat bencana galodo Ranah Batu, Jorong Piubuah yang terjadi pada Jum'at 12 Oktober 2018 sekitar pukul 18.30 WIB.

Wali Nagari Tanjung Bonai, Lutfi menyebut, sebaran kerusakan lahan pertanian mencakup lima wilayah Jorong yakni Piubuah, Duek, Sembayan, Situgar dan Koto Nyiur. "Data kasarnya, sawah yang tertimbun mencapai 25 hektar," sebutnya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF dari Bukittinggi, Rabu 17 Oktober 2018.

Areal persawahan itu, kata dia, rata-rata dalam kondisi musim tanam sehingga dipastikan para petani akan gagal panen pada tahun ini. Kerusakan terparah, sebutnya, jelas saja terjadi di Ranah Batu, Jorong Piubuah sebab disanalah pusat terjadinya longsor.

"Ketinggian lumpur yang menimbun persawahan, ada yang diatas 1 meter, hancur semuanya tak bisa dimanfaatkan, itu belum ditambah banyaknya aliran irigasi yang rusak," lanjutnya.

Sebelumnya, terjadi longsor yang berasal dari Gunung Sago yang menghajar perkampungan di lembahnya. Longsor mengakibatkan enam orang tewas tertimbun dan delapan rumah atau bangunan rusak parah. Longsor terjadi setelah wilayah itu diterpa hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut.

Material longsor dengan lebar bentangan mencapai 100-150 meter dan terus merangsek mengikuti alur lembah sepanjang aliran sungai Batang Code sepanjang 2 kilometer sehingga membuat sawah-sawah yang berada didekatnya tertimbun.

Longsor atau dalam bahasa lokal "Galodo" kemudian mengubah Batang Code yang dahulunya hanya punya lebar 1-2 meter menjadi 5 meter.

[Hatta Rizal]