Gagal Panen, Petani di Sawahlunto Terima Klaim Asuransi

"klaim asuransi tersebut diperoleh dari Asuransi Jasindo untuk usaha tani padi sawah."
Tujuh kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto menerima klaim asuransi karena gagal panen. (ist)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF - Tujuh kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto menerima klaim asuransi karena gagal panen.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Talawi, Nur Azizah mengatakan, klaim asuransi tersebut diperoleh dari Asuransi Jasindo untuk usaha tani padi sawah.

Klaim diperoleh setelah diperiksa oleh tim Asuransi Jasindo dengan kegagalan panen diatas 75 persen. Untuk mendapatkan itu petani diharuskan membuat Poktan dan nantinya membayar premi Rp36 ribu perbulan dari total Rp180 ribu.

"Ini merupakan program Kementerian Pertanian, petani membayar 20 persen dari yang premi, 80 persen sisanya di subsidi oleh pemerintah," katanya, Rabu 17 Oktober 2018.

"Ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan petani, diantaranya benih yang diasuransikan umurnya dibawah satu bulan dan sudah ditanam di sawah masing-masing," sambungnya.

Dikatakannya, gagal panen tujuh Poktan penerima klaim disebabkan oleh hama tikus, keong dan wereng. "Gagal panen karena bencana alam bisa juga," jelasnya.

Salah seorang Ketua Poktan Saiyo Sakato dari Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Syafinawati mengatakan hal sangat terbantu dengan adanya program asuransi usaha tani padi sawah.

Dirinya, dan empat anggota lainnya menerima klaim sebesar Rp5,5 juta lebih. "Sangat terbantu sekali dengan program kementerian Pertanian, ini bisa dipakai untuk memulai menanam kembali. Ini akan dibagi lima sesuai ukuran sawahnya dan kami akan terus mengikuti program ini," tuturnya.

[Muhammad Haikal]