Padang Travel Mart 2018 Ajang Promosi Paket Pariwisata Sumbar

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar, Didit P. Santoso, Ketua Asita Sumbar Ian Habafiah dan Ketua PHRI Sumbar Soedjoko.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar, Didit P. Santoso, Ketua Asita Sumbar Ian Habafiah dan Ketua PHRI Sumbar Soedjoko. (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dinas Pariwisata Sumbar bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ( Asita ) Sumbar dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) Sumbar akan mempertemukan pelaku usaha jasa pariwisata lokal (Seller) dengan agent dan Tour Operator yang berasal dari dalam dan luar negeri (Buyers).

Mereka akan dipertemuan dalam forum bisnis Padang Travel Mart 2018 pada 19-21 nanti. Dari pertemuan diharapkan terjadi jual beli serta transaksi antara pelaku usaha jasa pariwisata, promosi paket pariwisata dan pengetahuan akan pariwisata Sumbar.

baca juga: Pandemi Corona Bikin Hunian Hotel di Bukittinggi Terjun Bebas

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar , Didit P. Santoso menjelaskan, selama ini telah dilakukan promosi dan pencitraan besar-besaran terhadap pariwisata Sumbar. Forum yang mempertemukan antar biro perjalanan lokal, dalam dan luar negeri tersebut diharapkan berdampak kepada kunjungan wisata Sumbar.

Menurutnya, promosi seperti itu akan memberikan pengetahuan bagi pelaku jasa perjalanan di luar tentang objek wisata Sumbar.

baca juga: Tak Dapat Diskon 50 Persen Tiket Pesawat, Kadispar Sumbar: Itu Kebijakan Pusat

"Selama ini mereka hanya tahu Sumbar bagus, cantik dan indah, tapi tidak merinci sehingga paket yang mereka tawarkan ke wisatawan tidak terlalu banyak untuk Sumbar," ujarnya di Padang.

Untuk itu dengan serangkaian kegiatan para pelaku usaha jasa perjalanan tersebut di Sumbar nantinya bisa menambah pengetahuan mereka.

baca juga: Gubernur Sebut Sektor Pariwisata Mampu Kurangi Kemiskinan di Sumbar

Sementara Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah menyampaikan, hingga saat ini terdaftar 44 sellers (pelaku wisata) dari Sumbar dan 71 buyers (pelaku jasa pariwisata) diantaranya 30 dari Malaysia dan tujuh dari Singapura.

Mereka akan dipertemukan dalam forum bisnis dan diajak ke Tanah Datar mengikuti prosesi Makan Bajamba, mengikuti permainan kim dan Pasar Van Der Capellen serta beberapa destinasi lainnya.

baca juga: Kabupaten dan Kota se-Sumbar Rakor Pariwisata di Agam

"Pertemuan ini akan berlanjut dengan komunikasi antar pelaku jasa perjalanan terkait pengetahuan akan pariwisata Sumbar. Kemudian akan ada promosi paket pariwisata sehingga terjadi perjanjian kerja bisnis to bisnis," ujarnya.

Sementara itu Ketua Indonesian Hotel General Manager Asociation (IHGMA) Sumbar, Soedjoko menyebutkan, peningkatan kunjungan wisata akan berdampak kepada hunian hotel. Dari hunian tersebut nanti akan berpengaruh kepada perekonomian masyarakat.

"Banyak pengunjung ke Sumbar tentu banyak yang nginap di hotel. Uang akan terus berputar, sebab kami juga belanja ke pasar rakyat untuk kebutuhan tamu," ujarnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Rezka Delpiera