Dalam Sepuluh Tahun, 14 Ribu Hektare Sawah di Sumbar Menjadi Pemukiman

"Peningkatan jumlah penduduk Sumbar yang berimbas pada peningkatan luas permukiman disimpulkan sebagai penyebab yang pengaruhnya paling signifikan"
Sawah di Kawasan Baypas Aie Pacah Kota Padang (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, sekitar 14.009 hektare sawah di Sumbar beralih fungsi menjadi pemukiman.

Data dari Tim Kajian Dampak Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumbar, pada 2006, luas lahan sawah di daerah itu sekitar 244.184 ha. Jumlah tersebut menurun drastis menjadi 230.175 ha pada 2016. Setiap tahun penduduk Sumbar bertambah sekitar 68 ribu. Dengan angka ini, pertambahan 1 penduduk di Sumbar berdampak pada pengurangan lahan sawah sebesar 0.019 ha.

Hal ini diungkapkan Dr. Ir. Rusda Khairati, M.Si, salah seorang yang tergabung dalam Tim Kajian Dampak Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumbar saat memaparkan hasil penelitian berjudul ‘Analisis Dampak Kependudukan terhadap Ketersediaan Lahan Pertanian di Sumatera Barat’ pada acara Sosialisasi Dampak Kependudukan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Dukcapil (DP2KBD) Sumbar, Kamis (18/10).

"Peningkatan jumlah penduduk Sumbar yang berimbas pada peningkatan luas permukiman disimpulkan sebagai penyebab yang pengaruhnya paling signifikan,” ungkapnya.

Atas kesimpulan penelitian tersebut, Tim Kajian Dampak Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumatera Barat memberikan 4 rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Pertama, perlu dilakukan sosialisasi dan diseminasi tentang dampak pertambahan penduduk terhadap lahan pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Kedua, perlu dilakukan revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tataruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) yang telah memuat alokasi lahan unyuk pertanian berkelanjutan disertai dengan sanksi-sanksi yang tegas terhadap pelanggar ketentuan tersebut.

Ketiga, ... Baca halaman selanjutnya