Minim Fasilitas, Warga Terpaksa Bawa Jenazah Seberangi Sungai Pakai Rakit

"Sejumlah warga maupun pihak keluarga tampak sangat berhati-hati melintasi sungai"
Warga membawa jenazah melintasi sungai di Pasaman (KLIKPOSITIF/Man St Pambangun)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Seorang perempuan paruh baya, Hartati (45) histeris ketika menyaksikan jenazah suaminya, Syafri (50) dibawa dengan rakit yang terbuat dari bambu untuk menyeberangi sungai Batang Sibinail Jorong Kubu Nagari Lubuk Layang Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman, Jumat 19 Oktober 2018 sebelum dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB.

Warga membawa jenazah Syafri dari Simpang Kubu menuju Kampung Kubu Mangkudum Nagari Lubuk Layang. Sejumlah warga maupun pihak keluarga tampak sangat berhati-hati melintasi sungai yang arusnya cukup deras.

Hal itu terpaksa dilakukan warga karena minimnya fasilitas jembatan di daerah itu. apalagi setelah sebuah jembatan gantung di Kampung Kubu Mangkudum yang sepanjang 60 meter hanyut diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Penggunaan rakit jadi salah satu alternatif warga untuk menyeberangi sungai dan melanjutkan sehari-harinya. Hal itu tergambar dari pengangkutan jenazah tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat Rao Selatan, Mulyadi mengaku miris melihat minimnya fasilitas jembatan di kampung itu. Sebab, kejadian itu telah membuat warga terisolasi dari dunia lua.

"Kampung yang dihuni sekitar 200 jiwa atau 50 KK itu menjadi terisolasi. Masyarakat susah untuk keluar kampung karena harus menyebarang sungai," katanya pada KLIKPOSITIF, Jumat siang.

Menurut dia, keberadaan rakit yang tersusun dari 15 batang bambu dengan panjang 8 meter tersebut kurang memadai, sebab hanya bisa mengangkut 4 orang penumpang. Jika lebih dari itu, maka rakit tersebut tenggelam dan terbawa arus sungai.

"Melihat proses penyebarangan jenazah tadi saja sangat riskan menurut saya dan membahayakan, karena jenazah bisa hanyut dan tenggelam. Penyebarangan jenazah tadi disaksikan puluhan masyarakat setempat," kata mantan Anggota DPRD Pasaman ini.

Menyikapi hal tersebut, ia bersama masyarakat setempat sangat berharap kepada pemerintah Kabupaten Pasaman agar kembali ... Baca halaman selanjutnya