Razia Pekat, Petugas Kejar-kejaran dengan Waria di Payakumbuh

Waria dan wanita malam yang diamankan oleh petugas gabungan Kota Payakumbuh.
Waria dan wanita malam yang diamankan oleh petugas gabungan Kota Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF Sebanyak dua wanita pria (waria), perempuan malam, dan beberapa orang diamankan oleh satuan tim tujuh Kota Payakumbuh yang merupakan gabungan dari kepolisian, TNI, Satuan PolisiPamong Pamaraja (Satpol PP), dan tokoh masyarakat saat melakukan razia penyakit masyarakat dan makhsiat di beberapa titik Kota Batiah itu, Minggu (21/10) dini hari.

Kegiatan razia tersebut diawali dengan mendatangi Simpang Bunian, Payakumbuh Utara yang biasa menjadi tempat berkumpulnya beberapa waria . Di lokasi tersebut, petugas kemudian menemukan dua waria .

Melihat adanya waria , petugas kemudian berusaha menertibkan. Namun keduanya mencoba untuk kabur, sehingga terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan kedua waria itu.

Baca Juga

“Sejumlah petugas yang berpakaian preman sempat kejar-kejaran dengan dua orang waria yang biasa mangkal di kawasan Bunian dan Parak Batuang. Petugas kemudian berhasil menangkap salah satunya, yaitu AA di kawasan Bunian. Sedangkan waria lain, yaitu MD diamankan di depan apotik Medika Farma, Koto Baru,” kata Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh , Devitra kepada KLIKPOSITIF , Minggu 21 Oktober 2018.

Usai mengamankan kedua waria tersebut, tim gabungan kemudian bergerak menuju kawasan Pasar Ibuh. Di lokasi tersebut, dua pasangan illegal diamankan.

“Satu pasang diamankan dalam kedai tuak yang sudah tutup dan satu pasang lagi di tempat karaoke yang juga menjual tuak berjarak 50 meter dari lokasi pertama di kawasan Ibuh Timur,” urainya.

Setelah ditertibkan, Satpol PP kemudian membawa waria tersebut ke kantor Satpol PP. Dari situ kemudian dilakukan pemanggilan terhadap keluarga yang bersangkutan.

“Di hadapan keluarga dilakukan pendataan dan membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan apabila kembali melakukan hal yang sama bersedia untuk direhabilitasi di bawah binaan Dinas Sosial setempat,” lanjut Devitra yang juga merupakan ketua tim gabungan.

Lebih lanjut, Devitra menerangkan, bahwa ada yang menarik dari pengakuan orangtua salah seorang waria , AA. Di depan hadapan petugas, ibu itu menangis dan mengakui, kalau apa yang dilakukan anaknya itu karena kesalahannya sendiri.

“Sambil bersedih dan menyesali diri, dia menguraikan bahwa dimulai ketika Sang Ibu hamil, dia sangat berharap sekali melahirkan anak perempuan sehingga pakaian bayi yang disiapkan semuanya untuk menanti kedatangan anak perempuan. Seperti tidak menerima takdir Allah yang lahir justru anak laki laki. Namun ibu dari AA tetap memperlakukan anaknya sbg seorg perempuan,” pungkasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]

 
 

Baca Juga

Penulis: Rezka Delpiera

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com