Hari Ini, Pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi Resmi Dimulai

"Mulainya pengerjaan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di sekitaran bangunan pasar"
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pasa Ateh (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Bukittinggi memulai pembangunan fisik Pasa Ateh yang terbakar pada 30 Oktober 2017 silam pada Senin, 22 Oktober 2018.

Mulainya pengerjaan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di sekitaran bangunan pasar yang sudah ludes dilahap si Jago Merah setahun yang lalu.

Peletakan batu pertama ini dilakukan oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Ia mengatakan, pengerjaan pasar yang sudah dikenal masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu itu akan selesai pada akhir tahun 2019 mendatang.

"Pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp292 miliar, nantinya dibangun dengan konsep bangunan 4 lantai bertemakan Green Building, dan dikerjakakan dengan sistem kerja shift 24 jam," katanya.

Menurut dia, bangunan Pasa Ateh dirangkai dengan sistem yang teruji ketahanannya dan dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara yang nyaman serta area bawah tanah (basement) bisa menampung 200 lebih mobil.

"Bagian basementnya adalah parkir, total akan menampung sebanyak 834 kios dan 315 los dengan total luas bangunan sekitar 39 ribu meter persegi," jelas Ramlan.

Ramlan berharap, proses pembangunan berjalan lancar sehingga para pedagang bisa menempati dengan nyaman.

Sebelumnya, pasar yang menjadi ikon wisata Bukittinggi terbakar hebat dan menghanguskan seluruh gedung.

Saat ini gedung tersebut tak bisa dihuni dengan alasan keamanan. Pedagang yang berjumlah 763 lebih dipindahkan ke Pasar Penampungan, tak jauh dari lokasi.

Kebakaran Pasa Ateh ini, bukanlah yang pertama kalinya, tahun 1972 dan 1995 juga pernah terbakar hebat.

Pertengahan tahun 2018, bangunan itu diratakan dengan tanah sebelum dimulai kembali pembangunannya hari ini.

[Hatta Rizal]