503 Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen Akibat Banjir Pasaman

"Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa kerugian akibat bencana tersebut"
Lahan pertanian warga di Pasaman yang rusak akibat diterjang banjir (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pasaman mencatat, 503 hektare lahan pertanian masyarakat di daerah itu gagal panen akibat dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada tanggal 9 Oktober 2018 lalu.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa kerugian akibat bencana tersebut. Pasalnya pemerintah masih melakukan pendataan secara keseluruhan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultural Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman, Efrianto mengatakan ratusan hektare lahan itu terdapat di empat kecamatan di Pasaman yakni Kecamatan Bonjol, Dua Kotor, Tigo Nagari dan Mapattunggul.

"Ini baru data sementara yang kita kumpulkan. Untuk kerugian rupiah akibat bencana tersebut belum diketahui karena perlu dirapatkan dengan sejumlah OPD," katanya pada KLIKPOSITIF, Senin 22 Oktober 2018.

Menurutnya, dari total keseluruhan, tanaman yang gagal panen tersebut terdiri dari padi sebanyak 369 hektare, jagung 115 hektare serta kacang tanah dan lain-lainnya seluas 19 hektare.

Di Kecamatan Bonjol tanaman padi warga yang gagal panen 125 hektare, jagung 40 hektare, kacang tanah 11 hektare. Kemudian Kecamatan Dua Koto lahan padi warga yang gagal panen sebanyak 65 hektare, jagung 1 hektare, kacang tanah 2 hektare.

Lalu untuk Kecamatan Tigo Nagari lahan padi warga yang rusak 4 hektare. Sedangkan di Kecamatan Mapattunggul lahan jagung warga yang rusak seluas 23 hektare.

Terkait penanganan, dirinya menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten masih melakukan kajian terkait upaya strategis untuk menormalisasi lahan yang rusak tersebut.

[Man St Pambangun]