Dikunjungi Menlu Arab Saudi, Jokowi Minta Investigasi Kasus Pembunuhan Jurnalis Transparan

Jokowi saat menerima kunjungan Menlu Arab Saudi
Jokowi saat menerima kunjungan Menlu Arab Saudi (Setkab)

INTERNASIONAL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia mendapatkan kunjungan dari Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir pada Senin, 22 September 2018.

Kedatangan pejabat negeri Timur Tengah itu disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam penyambutan tersebut, Jokowi menyinggung soal kasus pembunuhan jurnalis , Jamal Kashoggi.

baca juga: Direvisi, Biaya Pemulihan Ekonomi Nasional Menjadi Rp 667,20 Triliun

Jamal Kashoggi adalah salah satu jurnalis senior Arab Saudi yang ditemukan meninggal dunia saat bertandang ke kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi, di Ankara, Turki, 2 Oktober lalu.

Menurut dugaan, ia dibunuh dengan cara dimutilasi, hingga kini pihak penegak hukum Arab Saudi tengah menginvestigasi kasus tersebut.

baca juga: Pemerintah Diputus Bersalah Blokir Internet di Papua, Ini Kata Menkominfo

Saat bersama Jubeir, Jokowi meminta agar proses investigasi kasus dapat dilakukan dengan transparan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

"Presiden menyampaikan keprihatinan terhadap terjadinya kasus tersebut, dan Indonesia mengharapkan bahwa investigasi yang sedang dilakukan dapat dilakukan dengan transparan dan saksama," katanya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

baca juga: Microsoft Gantikan Kerja Jurnalis dengan Kecerdasan Buatan

Sebelumnya Menlu Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir dalam pernyataannya yang disiarkan jaringan televisi Fox News, Minggu (21/10) mengatakan, kematian Jamal Khashoggi merupakan 'Operasi Kejahatan'.

Namun dia menyangkal bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman ataupun dinas intelijen memiliki informasi sebelumnya tentang operasi tersebut.

baca juga: Tak Lakukan Open House, Presiden Jokowi Minta Anggota Kabinet Lakukan Hal Sama

Menurut Jubeir, Pemerintah Saudi memastikan mereka yang bertanggung jawab atas kematian sang jurnalis dapat dihukum dan mencegah peristiwa itu terulang kembali.

Di sisi lain, Retno memaparkan bahwa kunjungan kehormatan itu dilakukan terkait rencana pertemuan bilateral antara dengan dirinya, yang akan digelar hari ini, Selasa 23 Oktober 2018.

"Pertemuan bilateral dengan saya besok dan pertemuan ini memang sudah dijadwalkan lama sekali karena merupakan salah satu implementasi dari kunjungan Raja Salman pada tahun lalu ke Indonesia," jelas Retno kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa