Rilis TdS 2018, Menpar Gregetan Terkait KEK Mandeh

"Manfaatkan waktu saya yang hanya satu tahun ini, KEK Gunung Emas di Kawasan Mandeh harus segera diselesaikan"
Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan event Tour de Singkarak (TdS) di Gedung Sapta Pesona Kementeriaan Pariwisata, Jakarta, Senin malam (22/10/2018) (Ist)

KLIKPOSITIF -- Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan event Tour de Singkarak (TdS) di Gedung Sapta Pesona Kementeriaan Pariwisata, Jakarta, Senin malam (22/10/2018). Pada kesempatan itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menyinggung proses Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Kawasan Wisata Mandeh.

Menpar meminta Pemprov Sumbar dan Bupati Pessel serius untuk bergerak cepat terutama penyediaan lahan KEK dan untuk Master Plan nya akan biayai oleh Kemenpar.

"Manfaatkan waktu saya yang hanya satu tahun ini, KEK Gunung Emas di Kawasan Mandeh harus segera diselesaikan. Untuk mendapatkan KEK tersebut memang susah, tapi setelah dapat, maka akan diprioritaskan oleh pemerintah pusat, minta bandara dipermudah, minta jalan nasional dipermudah, contoh nya danau toba" jelasnya.

"Saya malah jadi gregetan, kok KEK soal kawasan Mandeh masih lelet. Padahal saya udah garansi ke Presiden agar Mandeh segera selesai," ujarnya.

Diakhir sambutan, Menpar berharap dalam satu tahun ini sumbar harus sudah memiliki satu KEK dan itu tinggal di pilih satu, apakah mentawai atau mandeh.

"Setiap provinsi memang harus satu, contoh nya Sumut dengan Danau Toba. Bahkan Jateng dan Yogyakarta digabung jadi satu, yaitu Borobudur" jelasnya.

Sehubungan dengan itu, terkait TdS 2018 yang merupakan perpaduan antara promosi wisata dan olahraga akan berlangsung dari 4-11 Oktober 2018 dengan melintasi 16 kabupaten/kota sepanjang 1.276 Km dan mengambil start dari Bukittinggi serta berakhir di Kota Pariaman. Terakhir disampaikannya, TdS diakui oleh Amouri Sport Organization (ASO) dan Union Cycliste Internasional (UCI) sebagai iven balap sepeda dengan jumlah penonton terbanyak ke-5 di dunia. (Joni Abdul Kasir)