Musim Hujan, Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Pessel Terdampak Banjir

"Seluas 0,5 hektare kebun semangka juga mengalami gagal panen"
Areal persawahan di Pessel yang terdampak banjir (Istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pesisir Selatan, Jumsu Trisno menyebut ratusan hektare lahan pertanian di Pessel terdampak banjir selama musim hujan, semenjak beberapa bulan terakhir.

Ia mengatakan, dari sejumlah lahan terdampak banjir yang paling parah adalah lahan yang terdampak jebolnya irigasi, yang bisa mengakibatkan sejumlah lahan pertanian terancam kekeringan.

"Sekitar 500 hektare lahan sawah terancam kekeringan. Namun karena musim hujan, petani masih belum terkendala air," sebut Jumsu Trisno kepada KLIKPOSITIF, Selasa 23 Oktober 2018.

Dia mengatakan, dampak banjir yang terparah itu terjadi di Kampung Jalamu, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas. Di kampung itu, saluran irigasi jebol dan membuat sistem aliran air ke sawah masyarakat menjadi terganggu.

"Ini sudah didata oleh PSDA, dan sudah diusulkan untuk pembangunan saluran irigasi secara permanen. Anggarannya mencapai Rp1,5 miliar dan diusulkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS Sumatera V)," jelas Jumsu.

Lanjutnya, selain Jalamu Batangkapas, di wilayah Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang, terdapat lahan pertanian seluas 1 hektare mengalami kerusakan. Selain itu, seluas 0,5 hektare kebun semangka juga mengalami gagal panen.

"Kerugian ini sudah kita catat dan ini akan menjadi cacatan kita ke depan untuk mencarikan solusinya," pungkas Jumsu.

[Kiki Julnasri]