Mengkhawatirkan, Data KPAN 2016 Mencatat Lebih 15 Ribu LGBT di Sumbar

"Data tersebut ditampilkan dalam rapat bersama membahas kesepakatan menumpas LGBT di Sumbar "
Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, dr Armen Ahmad, SpPD- KPTI FINASIM (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) tahun 2016, di Sumbar terdapat 15.105 orang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Dari angka itu sebanyak 14. 252 LSL (lelaki suka lelaki, dan 853 waria).

Data tersebut ditampilkan dalam rapat bersama membahas kesepakatan menumpas LGBT di Sumbar oleh berbagai stakeholder seperti dari Pemprov Sumbar, Kepolisian, MUI Sumbar, LKAAM, Bundo Kanduang Kejaksaan dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumbar.

Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, dr Armen Ahmad, SpPD- KPTI FINASIM saat ditemui usai mengadakan rapat mengatakan Perilaku menyimpang LGBT masih menjadi momok menakutkan yang dapat mempengaruhi generasi muda. Apalagi, penyebab utama dari perilaku ini terjadi karena pengaruh pergaulan lingkungannya.

"Perilaku menyimpang LGBT ini banyak disebabkan karena pengaruh lingkungan, apalagi saat ini anak-anak cenderung lebih banyak bercerita persoalan pribadinya dengan teman-teman pergaulannya. Jarang mereka ingin bercerita dengan orang tuanya apalagi mereka yang sudah menganjak usai remaja," ujarnya.

Selain itu, orang tua mesti mengajari anaknya sejak kecil jangan mau dipegang kelamin dan pelepasannya oleh siapapun. Kecuali, orang tua, saudara, guru, maupun dokter. Tapi itu jika dibutuhkan.

"Misalnya, jika anak itu masih dalam pendidikan PAUD seperti cebok pasti perlu orang tua dan berobat pasti perlu dokter. Itu jika dibutuhkan saja. Namun, diluar itu tidak boleh dipegang oleh siapapun. Baik itu, orang tua, saudara, guru maupun dokter," katanya.

Ungkap Armen, jika ada anak-anak yang ada dipegang kelamin oleh orang lain. Si anak mesti memberitahukan kepada orang tuannya, agar pelaku yang memegang anaknya tersebut dapat dilaporkan. Ini untuk menghindari anak agar jangan sampai terpengaruh psikologisnya jika sudah beranjak remaja dan dewasa.

Sementara itu, dari ... Baca halaman selanjutnya