Berantas LGBT, MUI Sumbar: Jangan Jauhkan Ulama dari Anak-anak

Rapat membahas pemberantasan LGBT di Sumbar
Rapat membahas pemberantasan LGBT di Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Gusrizal Gazahar menilai, pemberantasan LGBT di Sumbar menjadi pekerjaan rumah bersama termasuk ulama . Namun, kadang sistem pendidikan formal yang dilakukan sampai malam seperti menjauhkan ulama dari anak- anak.

Menurutnya, anak-anak perlu diberikan pemahaman dan dasar agama yang kuat agar tidak terjebak dalam prilaku yang diharamkan Islam tersebut. "Jadwal mereka (anak-anak) padat sekali, sampai-sampai kami sulit untuk bertemu mereka. Seharusnya kami diberi ruang. Ini perlu juga dipertimbangkan pemerintah," jelasnya, Rabu, 31 Oktober 2018.

baca juga: MUI Sumbar Membolehkan Salat Idulfitri Berjemaah, Ini Syaratnya

Diterangkan Buya, dalam pandangan Islam, perilaku LGBT jelas haram dan dilarang. Bahkan, perbuatan homoseksual dan sejenisnya itu lebih keji dari perbuatan zina. "Dalam Islam pelaku zina itu dirajam. LGBT bagaimana? Tentu lebih dari itu. Kami sepakat menghentikan virus LGBT ini dam tidak ada ulama islam yang tidak sepakat menyatakan itu perbuatan dilarang," terangnya.

Menghentikan laju virus LGBT di Ranah Minang juga diperlukan keseriusan pemerintah daerah. Dengan kata lain, secepatnya dilahirkan payung hukum untuk memberikan sanksi dan efek jera pada pelaku LGBT . Tidak berhenti di situ, Nagari-nagari kabupaten/kota, juga diharapkan melahirkan aturan pelarangan LGBT .

baca juga: Suratnya ke Gubernur dan Kepala Daerah Beredar di Medsos, Ini Klarifikasi MUI Sumbar

Dengan demikian, pemerintah, ulama, pemangku adat, niniak mamak, bundo kanduang, cerdik pandai, pemuda-pemudi akan mudah dilibatkan. "Memeranginya harus bersama. Tidak bisa sendiri-sendiri. Tentu di dudukan payung hukumnya dulu oleh pemerintah," pungkasnya.

[Joni Abdul Kasir]

baca juga: Surati Gubernur Terkait Tayangan Mimbar Agama, Ini Penjelasan Ketua MUI Sumbar

Penulis: Agusmanto