Rusak Parah Akibat Gerakan Tanah di Sawahlunto, 4 Rumah Dibongkar

"Proses pembongkaran rumah itu ditargetkan tuntas dalam tiga hari ke depan"
Pembongkaran salah satu rumah yang rusak berat akibat gerakan tanah (Istimewa)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 16 unit rumah di Dusun Karanganyar, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto-Sumbar mengalami retak-retak pada bagian dinding akibat gerakan tanah yang terjadi setelah diguyur hujan pada Senin hingga Selasa, 29-30 Oktober 2018.

Dari 16 rumah terdampak, 4 diantaranya mengalami kerusakan serius, sehingga perlu dibongkar agar tidak ambruk, sementara penghuninya terpaksa diungsikan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sawahlunto, Dedi Syahendry mengatakan proses pembongkaran rumah itu ditargetkan tuntas dalam tiga hari ke depan.

"Kita sudah turunkan tim Tagana sebanyak sepuluh orang, untuk membantu proses pembersihan rumah yang dibongkar akibat kejadian itu. Mudah-mudahan tiga hari ini selesai," katanya Dedi Syahendry, Rabu 31 Oktober 2018.

Dedi melanjutkan, saat ini Dinsos sudah mendirikan sebuah tenda besar tidak jauh dari rumah warga yang terdampak.

Dikatakannya, pihaknya sudah menyediakan logistik bagi warga yang terdampak gerakan tanah tersebut. "Kita sudah dirikan tenda untuk tempat tinggal sementara. Untuk logistik warga, sebentar lagi akan datang. Kita akan jamin logistik aman dalam seminggu ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Santur, Suhardi mengakui pihaknya beserta warga terdampak sudah mendapatkan bantuan sementara dari Dinsos dan BPBD.

"Saat ini kami sedang mengusahakan ke OPD terkait bagaimana mengantisipasi pergerakan tanah, dan meminta informasi titik mana saja yang rawan," ujarnya.

[Muhammad Haikal]