ACT Bangun 1000 Shelter untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bangun 1000 shelter untuk korban gempa bumi dan Tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) bangun 1000 shelter untuk korban gempa bumi dan Tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala. (KLIKPOSITIF)

PALU , KLIKPOSITIF – Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) bangun 1000 shelter untuk korban gempa bumi dan Tsunami di Palu , Sigi, dan Donggala. Pembangunan shelter itu dibagi dalam beberapa tempat yang ada di tiga daerah itu.

Direktu program ACT , Sri Edi Kuncoro mengatakan pembangunan 1000 shelter ini merupakan pembangunan bangunan untuk warga dengan konsep yang diharapkan yakni hunian yang nyaman dan terpadu yang disebut dengan Integrated Commuity Shelter (ICS). “Sehingga warga juga betah tinggal di shelter itu nantinya. Kita berharap itu tidak hanya digunakan sementara, namun juga bisa digunakan bagi mereka untuk bertahan pascabencana terjadi,” katanya di kantor ACT cabang Palu , Rabu, 31 Oktober 2018.

Ia mengatakan untuk pembangunan ini telah mulai dilakukan sejak tiga hari yang lalu (Senin, 29/10) dengan target penyelesaian selama 3 minggu atau satu bulan. “Saat ini pembangunannya sudah berjalan sebanyak 30 persen. Jadi dalam waktu dekat sudah bisa ditempati oleh warga,” katanya.

Baca Juga

Dalam pembangunan shelter, ACT berkoordinasi beberapa pihak sebagai mitra dalam kegiatan ini. “Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang ada disini dan mitra dari ACT sendiri dalam mendirikan shelter yang memang sudah lama bekerjasama,” jelasnya.

Untuk pembangunan shelter sendiri, ACT membaginya dalam beberapa tempat. Untuk Kota Palu , shelter dibangun di dua tepat, yakni di kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu dan di Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi masing-masing 96 dan 80 shelter.

Untuk daerah Sigi, akan dibangun di Desa Sibalaya Utara dab Desa Lolu. Sedangkan untuk daerah Donggala akan dibangun di Desa Wanisatu Kecamatan Tanan Tovea. “Untuk dua daerah ini, jumlahnya sekitar 144 shelter. Namun untuk daerah lainnya, kita masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Selain shelter, ACT juga membangun dapur umum, tempat ibadah, MCK, dan ruang bermain dan berkumpul bagi anak-anak yang ada di daerah bencana.

Dalam pembangunan ini, dana yang dikucurkan sebesar Rp 15 miliar. Hal ini bekerja sama dengan rekanan ACT dalam penanggulangan gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah. Selain itu, untuk pengerjaan dari ICS ini juga melibatkan masyarakat lokal yang terdampak bencana. “Sehingga mereka tetap bisa beraktivitas di tengah bencana dalam membangun ICS ini,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang warga, Aini (40) yang terdampak gempa di Kelurahan Duyu sangat bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan ICS yang diadakan oleh pihak ICT di tempat dia tinggal. Hal ini sangat membantu dirinya dan warga lain yang masih tinggal di tenda pengungsian untuk menempati ICS.

“Alhamdulillah ada bantuan seperti ini. Kami warga disini sangat terbantu dengan pembangunan ICS ini. Rumah saya hancur bagian belakangnya dan bagian lainnya mengalami keretakan. Dan saat ini mash tinggal i tenda pengungsian,” katanya.

Untuk kembali ke rumah, terkadang masih menimbulkan ketakutan-ketakutan tersendiri sehingga waktunya lebih banyak di habiskan di tenda. “Pulang hanya sebentar untuk menjemput apa yang menjadi keperluan. Namun saya dan anak-anak banyak menghabiskan waktu di tenda. Sehingga dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa memberikan harapan bagi kami untuk lebih baik,” katanya.

Baca Juga

Penulis: Fitria Marlina

Video Terbaru

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com