Makanan Masih Jadi Kendala Pengungsi di Kota Palu

"bantuan logistik dan makanan masih menjadi kendala bagi warga untuk bisa bertahan hidup di tempat pengungsian. "
(KLIKPOSITIF)

PALU, KLIKPOSITIF – Satu bulan pascabencana Gempa dan Tsunami yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, bantuan logistik dan makanan masih menjadi kendala bagi warga untuk bisa bertahan hidup di tempat pengungsian.  

Kepala Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi Kota Palu, Malik mengatakan saat ini yang masih jadi kendala di lokasi pengungsian warganya adalah bahan makan pokok. “Makanan pokok masih menjadi kendala hingga saat ini. Dan itu membuat kami was-was. Bantuan makanan yang datang sudah membantu masyarakat untuk makan sehar-harinya, namun untuk saat ini, bahan makanan seperti beras hanya tinggal untuk waktu beberapa hari lagi,” katanya di lokasi pengungsian, Rabu, 31 Oktober 2018.

Dalam sehari, warganya yang bertanggungjawab di dapur umum memasak 20 kg beras untuk 50 kepala keluarga yang ada di pengungsian. Memasak dilakukan satu kali dalam sehari. “Kita memasakan 20 kg beras untuk 50 KK di lapangan ini. Untuk kebutuhan sambal dan berasnya dipenuhi oleh relawan-relawan yang datang memberikan bantuan,” kata Nina (45) yang bertanggungjawab sebagai kepala dapur umum di lokasi.

Nina memaparkan setiap hari relawan datang memberikan bantuan bahan makanan untuk memasak. Memasak dilakukan bersama-sama warga yang ada di pengungsian. "Para relawan yang mengatur secara langsung keberlangsungan dari dapur umum yang ada disini. Ibuk-ibuk yang ada di lokasi pengungsian hanya memasak," jelasnya.

Pada kesempatan itu, makanan khas Sumatera Barat, Randang juga didistribusikan di Kelurahan Buluri ini. Sebanyak 19 kg Randang yang dibawa langsung oleh Tim ACT Sumbar ke Palu di distribusikan langsung oleh Marketing Communication Sumbar, Dana Kurnia. Dalam penyerahan bantuan yang dilakukan langsung ke dapur umum, Dana berpesan agar Randang dari masyarakat Sumatera Barat bisa membantu warga di lokasi pengungsian. 

"Jadi Randang yang didistribusikan ini bisa dimakan bersama-sama warga yang ... Baca halaman selanjutnya