Pembalap TdS 2018 Bisa Tertabrak Kereta Api Karena Hal Ini

Pembalap Tour de Singkarak melewati perlintasan kereta api di Kabupaten Padang Pariaman
Pembalap Tour de Singkarak melewati perlintasan kereta api di Kabupaten Padang Pariaman (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Balapan Tour de Singkarak 2018 yang melintasi Kota Padang, Padang Pariaman dan Kota Pariaman diprediksi bakal bentrok dengan jadwal keberangkatan kereta api .

Pasalnya saat ini PT KAI Divre II Sumbar belum menerima pemberitahuan soal jadwal balapan yang melintasi tiga daerah itu. Karena memang pembalap akan melintasi sejumlah perlintasan kereta api dalam balapan.

baca juga: PT KAI Divre II Sumbar Bagikan Ratusan Sembako Gratis untuk Masyarakat Terdampak COVID-19

"Hingga hari ini belum ada surat masuk ke kami, baik dari panitia atau pun dari Dinas Pariwisata Sumbar," kata Humas PT KAI Divre II Sumbar, Zainir, Kamis (1/11) di Gedung Rohana Kudus.

Jika tidak ada pemberitahuan, Zainir mengaku bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab jika terjadi masalah dengan pembalap ketika melewati perlintasan kereta api .

baca juga: Mulai Besok, Kereta Api Divre II Sumbar Hanya Berlakukan Perjalanan untuk Angkutan Barang

"Kalau seandainya ditabrak kereta api jangan menyalahkan kami dan bukan urusan kami. Kami tentu tidak mungkin juga mintak surat itu ke penyelenggara," papar dia.

Jika ada pemberitahuan, Sebut dia, pihaknya bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan kereta dengan balapan agar pelaksanaan Tour de Singkarak tidak bentrok.

baca juga: Dampak Pandemi COVID-19, PT KAI Sumbar Prediksi Kerugian Paling Tidak Rp1,3 Triliun

"Contohnya pebalap lewat pukul 13.00 WIB, nanti jadwal kereta kita maju atau mundurkan," ujar dia.

Sebelumnya saat rapat evaluasi saat rapat finalisasi TdS di Hotel Bumiminang, Kamis 25 Oktober 2018 lalu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta pihak penyelenggara berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

baca juga: Mulai Besok Hingga 2 Bulan Kedepan, Frekuensi Perjalanan KA Sibinuang Bakal Dikurangi

"Untuk itu, kita akan menyurati pihak KAI. Sehingga, saat pebalap melalui rel kereta api agar dapat memberikan jalan dahulu kepada pebalap dengan menghentikan kereta terlebih dahulu. Ini agar tidak terjadi kecelakaan," ulasnya.

Saat itu, Nasrul juga mengintruksikan penutupan jalan saat daerah yang akan dilalui TdS agar memperhitungkan waktu. Ini agar masyarakat tidak resah karena sistem tutup jalan.

"Ini yang kita harapkan. Jangan sampai masyarakat resah karena lama menunggu dijalan karena ketika pebalap lewat jalan pasti ditutup. Maka, waktu mesti diperhitungkan sebaik mungkin dengan waktu tutup jalan," terangnya kemudian.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa