Menhub Periksa Pesawat Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta

Pesawat Lion Air
Pesawat Lion Air (Ist)

KLIKPOSITIF -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambangi Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (4/11/2018) pagi. Kunjungan kali dalam rangka untuk mengikuti pengecekan langsung pesawat yang dimiliki maskapai  Lion Air

Dalam pemeriksaan tersebut, Menhub didampingi Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub , Pramintohadi Sukarno, Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Bagus Sanjoyo, dan Managing Director Lion Group Daniel Putut. 

baca juga: Kemenhub Perpanjang Masa Berlaku Permenhub 25 Tahun 2020 Hingga 7 Juni 2020

Setelah tiba di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, Menhub terlebih dahulu melakukan rapat. Setelah rapat, mantan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II ini langsung melakukan pengecekan pesawat Lion Air tipe Boeing 737 MAX 8 dengan registrasi PK-LQM. 

Awal pemeriksaan, Menhub terlebih dahulu melakukan pengecekan ban pesawat. Tak berselang lama, Menhub langsung memasuki pesawat tersebut dan menuju ruang kabin pilot untuk melakukan pengecekan random. Hanya satu pesawat yang dilakukan pemeriksaan oleh Budi Karya hari ini. 

baca juga: Mudik Tetap Dilarang, Kemenhub Akan Keluarkan Aturan Turunan dari Permenhub No 25 tahun 2020

Setelah melakukan pemeriksaan, Budi Karya mengatakan, pengecekan ini sebagai bentuk konsisten pemerintah untuk memastikan kelaikan pesawat di Indonesia. Dia mengungkapkan, hasil pengecekan pesawat milik Lion Air hari ini laik untuk terbang. 

"Hari ini saya minta kepada semua unsur untuk meningkatkan kinerja agar memperoleh safety yang baik. Secara detail saya menginstruksikan kepada dirjen udara untuk melakukan berbagai langkah,” kata Budi melansir suara.com (jaringan KLIKPOSITIF .com).

baca juga: Sembuh dari Corona, Menhub Budi Karya Ikut Ratas

“Langkah yang dilakukan adalah inspeksi ke Boeing 737 max 8 yang dimilikii lion dan Garuda, dan sudah dilakukan ke 11 tadi yg barusan salah satunya," Budi menambahkan. 

Kemenhub , kata Budi Karya, akan kembali mengintensifkan pemeriksaan pasca-jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta – Pangkal Pinang di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10) lalu.

baca juga: DPR: Kemenhub dan Kepolisian Harus Segera Jabarkan Protokol Larangan Mudik

Budi menerangkan, pemeriksaan pesawat akan dilakukan setiap tiga minggu sekali, dari sebelumnya hanya satu bulan sekali.

 "‎Jangan dipikir remp check itu dilakukan baru sekarang. Ada selalu reguler. Tapi memang sekarang ini kita lakukan lebih insentif. Kita liat ada probalitas yang terjadi nah kita lakukan ramp check," tutur dia. 

Selain itu, tambah Budi Karya, pihaknya juga akan mengevaluasi peraturan-peraturan yang diterbitkan Kemenhub . Salah satunya yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan.

"Mulai Senin akan dilakukan (evaluasi) dan akan direview secara detail," pungkas dia.

Penulis: Rezka Delpiera