Insiden Kecelakaan di Etape 1 TdS 2018, Ini Penjelasannya

Pembalap yang terlibat insiden tabrakan di Etape 1 TdS 2018.
Pembalap yang terlibat insiden tabrakan di Etape 1 TdS 2018. (istimewa)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Sekitar sembilan pembalap dari beberapa tim terlibat insiden kecelakaan atau crash saat menjalani etape pertama Tour de Singkarak 2018 pada Minggu, 4 November 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan, titik yang menjadi lokasi kecelakaan beruntun pembalap tersebut bekas longsor dan sudah diperbaiki. Namun, karena hujan perbaikan tidak bertahan lama.

"Jalan tersebut longsor kemaren dan perbaikan sudah dilakukan tapi karena masih hujan sehingga perbaikan tidak bertahan lama. Dijelaskan oleh tim teknis bahwa ini semata-mata kecelakaan, bukan kesalahan manusia," katanya kepada KLIKPOSITIF via WhatsApp, Minggu (4/11) malam.

Baca Juga

Sementara, Kepada Dinas PU Sumbar, Fathol Bari mengaku belum tahu apa penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. Menurutnya, tim atau panitia teknis yang lebih tahu dan bisa memberikan penilaian penyebab insiden tersebut.

"Tentunya panitia tim teknis TdS 2018 yang bisa memberikan penilaian penyebab tabrakan tadi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Race Director, Jamaluddin Mahmood mengatakan, kecelakaan mengakibatkan dua orang pembalap dibawa ke rumah sakit. “Tujuh orang pembalap jatuh, sedang yang lainnya bisa meneruskan balapan,” katanya saat dikonfirmasi.

Pembalap yang terlibat kecelakaan itu adalah Folam Reza dari Iran yang mengalami cedera di lutut kiri dan sejumlah luka lain di tubuhnya. Abdul Gani dari Tim KFC Jakarta mengalami patah tulang di bagian siku kanan. Dia juga mengalami sejumlah luka. Dua pembalap ini dirawat di RSUD Tanah Bedantung.

Pembalap lain yang juga ikut terjatuh adalah Housein Eslami Kouhpayeh, Mahyar Karami Ranjbar, Mohammad Sadegh Mozafari, Housein Davoudian yang berasal dari Iran. Peter Foster dari Jerman, Rellamas Ronnel Hulda dari Filipina.

Jamaluddin menjelaskan, jika melihat hasil rekaman video, jatuhnya para pebalap itu disebabkan oleh jalan yang tidak rata. “Jika dilihat, ada sambungan aspal yang tidak rata,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembalap juga telah diperingatkan oleh Marshal yang berjaga di sekitar lokasi itu. Marshal telah meniup peluit dan mengibarkan bendera untuk memberitahu pembalap.

Kabar baiknya, semua pembalap yang jatuh bisa meneruskan balapan etape ke-2 besok yang Start di Sawahlunto dan finis di Dharmasraya.

Sebelumnya, pada etape 1 beberapa pembalap terlibat kecelakaan sekitar satu kilometer menjelang garis finis di Sijunjung. Meski terjatuh para pebalap meneruskan balapan.

Pembalap Indonesia, Novardianto Jamaludin berhasil finis pertama pada etape 1. Jamal yang memperkuat PGN Cycling Team berhasil mencatatkan waktu tercepat saat menempuh rute Bukittinggi-Sijunjung sejauh 140.5 kilometer dengan waktu 3 jam 25 menit 14 detik. Jamal juga memperoleh poin sprint tertinggi dan menjadi pebalap Indonesia terbaik di race pertama ini.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sebelumnya juga berencana akan melaksanakan TdS di pertengahan tahun. Pasalnya diakhir tahun sudah memasuki musim hujan, apalagi kondisi lintasan di Sumbar berpotensi longsor dan banjir.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto | Editor: -