Yusril Pengacara Jokowi, PBB Belum Tentukan Sikap

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Menanggapi keputusan Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara pasangan calon presiden Jokowi - Makruf Amin, Ketua DPW PBB Sumbar Ardinal Hasan mengatakan, sebagai lawyer (pengacara) dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah sah saja karena itu sikap pribadi Yusril.

Artinya, partai tidak bisa intervensi pribadi Yusril untuk jadi lawyer siapapun. Itu dinilai oleh DPW dan DPC PBB se-Sumbar sebagai sikap pribadi, namun sikap partai belum ada menyatakan apakah mendukung Jokowi atau Prabowo.

baca juga: Dituduh AS Memanfaatkan Corona, Ini Kata PBB

"Memang di masyarakat tidak bisa dipisahkan hal tersebut, karena Yusril adalah ketua umum partai. Namun begitu, kami dari PBB apa yang terjadi ini bukan menjadi masalah karena itu adalah pilihan pribadi. Kalau itu pilihan pribadinya, ya silakan tapi putusan partai PBB kan tidak ada ke Jokowi atau Prabowo," jelasnya, Kamis, 8 November 2018.

Saat ditanyakan apakah PBB tidak takut kehilangan suara atau ditentang oleh sejumlah calegnya yang berasal dari alumni 212 karena sikap Yusril, Ia mengatakan hal tersebut bisa saja berpengaruh dan bisa juga tidak. Ia melihat, saat ini gonjang-ganjing tersebut hanya berada di tingkat elit, kalau dilihat ke bawah (akar rumpun), masyarakat tidak terlalu menanggapi.

baca juga: Sekjen PBB: Virus Mikroskopis Telah Membuat Kita Bertekuk Lutut

Namun begitu, mengingat caleg yang maju dari PBB saat ini sangat heterogen (ada yang maju dari eksternal partai, internal) tentunya harus ikut dengan aturan yang ada di PBB .

"Walaupun caleg berasal dari eksternal partai, tapi kami tidak pernah membunyikannya seperti itu karena kami menganggap sudah menjadi bagian dari PBB . Istilah urang kampuang, ayam di anjak malam. Memang ada sejumlah orang seperti ayam di pindahkan malam, bingung (panik), namun saya yakin dalam waktu dekat keadaan akan kembali normal," jelasnya lagi.

baca juga: Ratusan Pengungsi Rohingya Terombang Ambing di Lautan

Kecuali Yusril menyatakan PBB mendukung Jokowi, maka ini akan berbeda kondisinya. Sebab sejauh ini YIM menyatakan tidak mungkin mendukung Jokowi, tapi kalau Yusril jadi lawyer bisa saja terjadi.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengikuti Rakornas di pusat. Pada saat itulah nanti, akan diambil sikap partai siapa yang akan didukung nanti di pilpres. Apakah akan mendukung paslon nomor urut 1 atau 2, atau diberikan kebebasan untuk memberikan dukungan sesuai keinginan masing-masing.

baca juga: 63 Tapol Papua Desak Kasusnya Dibawa ke Meja PBB

Terkait dukungan di Sumbar, partai ini bersifar struktural. Walaupun keputusan diambil secara bersama-sama, namun melibatkan DPP, DPW dan DPC. Walalupun kecendrungannya di Sumbar, banyak caleg ke Prabowo.

"Bisa saja nanti dinyatakan di Rakornas mendukung jokowi atau prabowo, atau diambil sikap netral. Bagi yang cinta jokowi silakan pilih, dan bagi cinta prabowo silakan juga pilih," katanya sambil berseloroh.

Sebelumnya, Caleg DPR RI Sumbar 1 dari PBB Irfianda Abidin yang juga alumni 212 mengatakan, caleg PBB Sumbar taat dengan keputusan ijtima ulama yang memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Untuk diketahui ada beberapa tokoh agama di Sumbar yang maju memperebutkan kursi legislatif dari PBB mereka juga selama ini gentol menolak kebijakan pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin soal Islam Nusantara. Mereka adalah ustad H. Jel Fathullah Lc dan Ibnu Agil D Ghani.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Fitria Marlina