Cerita Terapis yang 'Kecanduan' Hingga 'Tobat' Merokok

Terapi berhenti merokok
Terapi berhenti merokok (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF --  Lebih dari seratus orang dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti terapi berhenti merokok secara massal yang dipandu oleh Terapis Benni Warlis di Aula Kantor Gubernur, Kamis 8 November 2018. 

Menjadi seorang terapis berhenti merokok, tentunya pernah merasakan 'nikmatnya' merokok. Begitu juga dengan Terapis Benni Warlis. Bahkan ia mengaku, sejak usia remaja dirinya telah kecanduan atau menjadi perokok aktif.

baca juga: Manfaat Tomat Bagi Mantan Perokok

Meskipun telah dicobanya untuk berhenti merokok, tetapi kebiasaan merokok atau menghentikan kebiasaan merokok secara total sangat sulit.

"Saya itu telah merokok sejak usia remaja hingga bertahun-tahun tidak berhenti merokok. Hingga gara-gara rokok saya pernah menderita batuk sampai berbulan-bulan lamanya," ujar Benni Warlis ketika ditemui KLIKPOSITIF usai melakukan terapi .

baca juga: Tujuh Warna Pelangi Ternyata Bisa Jadi Terapi Medis Sembuhkan Penyakit

Disebutkannya, merokok merupakan suatu kebiasaan yang pada akhirnya akan menjadi suatu karakter, di mana hal itu tidak terlepas dari sumber utamanya, yakni pikiran.

"Bayangkan saja sudah dilarang istri dan anak, kebiasaan merokok saya belum juga hilang. Bahkan, tidak bisa dilarang untuk berhenti. Sejak saya batuk berkepanjangan itulah saya berpikir untuk mencoba berhenti," ungkapnya yang juga merupakan Asisten II di lingkup Setdaprov Sumbar.

baca juga: Imbaun Berhenti Merokok dari Gubernur Sumbar

Makanya, kata Benni, kebiasaan merokok itu susah untuk menghilangkannya jika tidak dari niat sendiri. Meskipun sudah mencoba-coba ingin 'tobat' merokok, jika tidak dari niat sendiri sangat susah pula.

"Intinya utama niat. Saya niatkan lalu praktekan, InsyaAllah sejak 2002 sudah tidak merokok lagi. Dan, itu saya ingin terapkan kepada semua orang dekat saya bahkan masyarakat baik itu memberikan pengalaman bagaimana saya berhenti merokok. Bahkan, dari sini saya belajar untuk memberikan terapi bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok," katanya.

baca juga: Di Thailand, Merokok Sembarang Tempat Didenda Rp 42 Juta

Dilanjutkan Benni, sejak 2010 dirinya sudah menjadi terapis bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Bahkan, ketika dirinya di Payakumbuh, pasien yang datang dalam sehari bisa mencapai lima orang hingga lebih.

"Sejak saya pindah ke sini (Padang) kan tidak begitu banyak yang tahu. Tapi jika di Payakumbuh sudah banyak yang mengetahui. Biasanya ada saja yang datang ingin berhenti merokok," katanya.

Untuk teknik terapi massal yang dilakukan saat ini baru yang pertama kalinya. Bahkan, dengan memberikan terapi massal ini sempat juga grogi jika tidak berhasil.

"Saya sempat deg-degan jika tidak berhasil, ini pertama kali melakukan terapi ramai-ramai ini, karena biasanya sendiri-sendiri yang datang. Alhamdulilah, terapi massal ini berhasil. Tadi saya ada tanya peserta yang maju ke depan. Bagaimana rasanya, pahit katanya. Jika sudah pahit rasa rokok InsyaAllah ke depannya kita berharap mereka dapat berhenti merokok," ungkapnya.

Sambungnya, terapi itu sederhana saja. Sehingga, dengan terapi yang dilakukan secara massal ini peserta nantinya juga dapat melakukan terapi kepada yang lainnya, sehingga pengetahuan terapi berhenti merokok ini dapat tersebar ke seluruh Sumbar.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Iwan R