Menakar Juara TdS 2018, Membaca Pebalap Terkuat

"Perebutan juara umum bakal mengerucut kepada beberapa nama saja"
Jesse Ewart, pebalap dengan catatan waktu tercepat hingga etape ke-5 TdS (KLIKPOSITIF/Ramadhani)
yang akan ikut dalam perebutan jersi kuning. Catatan waktunya hanya tertinggal 20 detik dari Jesse.

Muhammad Abdurrahman, satu-satunya pebalap Indonesia yang tampil mencolok juga punya peluang besar untuk bersaing bersama Jesse, Holler dan Ariya sebagai juara umum. Pada etape 4 Abdurrahman dari KFC Cycling Team ini hanya berjarak 1 menit 5 detik dari pimpinan klasemen sementara. Namun jarak waktu ini tidak meningat setelah etape 5. Abdurrahman tetap punya peluang besar melihat penampilan konsistennya.

Dia satu-satunya pebalap Indonesia yang tampil impresif. Dari 5 etape Abdurrahman memenangkan gelar pebalap Indonesia terbaik selama 4 etape secara beruntun. Hanya pada etape 1 yang menjadi milik pebalap lain. Kala itu Novardianto Jamalidin yang berhak atas jersey merah putih.

Marcelo Felipe dari 7 Eleven - Cliqq Roadbike Philippines bisa saja muncul dan membuat kejutan. Catatan waktunya hanya terpaut 20 detik dari waktu Jesse. Selain itu dalam tiga etape terakhir Felipe selalu finis dalam posisi enam besar dengan selisih waktu hitungan detik dari para juara di setiap etape.

Nama-nama pebalap di atas kembali muncul dalam perebutan gelar spinter terbaik. Oleksandr Polivoda berpeluang paling besar dengan koleksi 36 poin. Jesse dan Jamal juga masih bisa mengejar poin tambahan dari 3 etape tersisa.

Sedang gelar Raja Tanjakan akan menjadi milik Felipe jika pebalap lain tidak bisa mengejar raihan poinnya yang kini mencapai 23 angka. Polivoda dan Jesse menjadi lawan terkuat. Jarak poin keduanya hanya terpaut 2 dan 3 angka dari Felipe.

Tiga etape yang tersisa akan menjadi ajang saling kejar bagi para pebalap. Faktor fisik, mental, karakter track, dan pilihan strategi tim akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi jawara baru Tour de Singkarak. Namun pertarungan inti yang paling menentukan akan terjadi pada etape ke-7 yang dimulai dari Padang Panjang yang berakhir di Solok Selatan. Seperti kata Sayuti “Penentuannya ada ... Baca halaman selanjutnya