Menakar Juara TdS 2018, Membaca Pebalap Terkuat

Jesse Ewart, pebalap dengan catatan waktu tercepat hingga etape ke-5 TdS
Jesse Ewart, pebalap dengan catatan waktu tercepat hingga etape ke-5 TdS (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF-Tour de Singkarak telah berjalan lebih dari separuh jalan. Hingga hari ini 5 etape telah selesai digelar. Tiap etape memunculkan juara baru, dimana tidak satupun pebalap yang mampu mengulangi penampilan mereka sebagai pebalap tercepat di setiap etape.

Jalamadun Novardianto, Oleksandr Polivoda, Jesse Ewart, Thanakhan Chaiyasombat, dan Ryan Cavanagh, merupakan juara secara berurutan sejak etape pertama. Catatan waktu yang terus berubah membuat peluang juara umum jersi kuning bisa menjadi milik sapa saja. Namun statistik yang ada menunjukkan perebutan juara umum bakal mengerucut kepada beberapa nama saja. Siapakah meraka?

Jesse Ewart telah tiga kali secara beruntun memegang Yellow Jersey alias kaos kuning sebagai pebalap tercepat. Pebalap Australia dari Team Sapura Cycling ini finis tercepat pertama kali pada etape 3 di mana dia memenangkan tiga jersey utama yakni Yellow, Green dan Polkadot, momen yang pertama kali terjadi di Tour de Singkarak tahun ini.

Baca Juga

Balapan pada dua etape terakhir, penampilan Jesse tak sebagus saat menjadi juara di Batusangkar, Di rute Padang-Agam pada Etape 4 Jesse hanya berhasil finis di urutan ke-23 dengan selisih waktu 1 menit 29 detik dari pebalap Thailand Thanakhan Chaiyasombat yang tampil tercepat. Pada etape 5 Jesse juga tidak finis di tiga besar, catatan waktunya makin buruk dengan finis di urutan ke-45. Namun Jesse masih menjadi pemegang jersi kuning dengan akumulasi waktu tercepat 19 jam 52 menit dan 54 detik. Jesse tentu menjadi kandidat terkuat.

“Etape penentuan terletak pada etape ke-7. Di situlah semuanya dipertaruhkan,” ujar Sayuti Manajer dari Team Sapura Cycling.

Sayuti menjelaskan kompetitor yang paling diwaspadai oleh timnya adalah Thailand Continental Cycling Team. Pebalap tim ini, Ariya Phounsavath menempel ketat raihan waktu Jesse pada dua etape terakhir dengan selisih hanya 2 detik saja. Nikodemus Holler menjadi petarung lain yang akan ikut dalam perebutan jersi kuning. Catatan waktunya hanya tertinggal 20 detik dari Jesse.

Muhammad Abdurrahman, satu-satunya pebalap Indonesia yang tampil mencolok juga punya peluang besar untuk bersaing bersama Jesse, Holler dan Ariya sebagai juara umum. Pada etape 4 Abdurrahman dari KFC Cycling Team ini hanya berjarak 1 menit 5 detik dari pimpinan klasemen sementara. Namun jarak waktu ini tidak meningat setelah etape 5. Abdurrahman tetap punya peluang besar melihat penampilan konsistennya.

Dia satu-satunya pebalap Indonesia yang tampil impresif. Dari 5 etape Abdurrahman memenangkan gelar pebalap Indonesia terbaik selama 4 etape secara beruntun. Hanya pada etape 1 yang menjadi milik pebalap lain. Kala itu Novardianto Jamalidin yang berhak atas jersey merah putih.

Marcelo Felipe dari 7 Eleven - Cliqq Roadbike Philippines bisa saja muncul dan membuat kejutan. Catatan waktunya hanya terpaut 20 detik dari waktu Jesse. Selain itu dalam tiga etape terakhir Felipe selalu finis dalam posisi enam besar dengan selisih waktu hitungan detik dari para juara di setiap etape.

Nama-nama pebalap di atas kembali muncul dalam perebutan gelar spinter terbaik. Oleksandr Polivoda berpeluang paling besar dengan koleksi 36 poin. Jesse dan Jamal juga masih bisa mengejar poin tambahan dari 3 etape tersisa.

Sedang gelar Raja Tanjakan akan menjadi milik Felipe jika pebalap lain tidak bisa mengejar raihan poinnya yang kini mencapai 23 angka. Polivoda dan Jesse menjadi lawan terkuat. Jarak poin keduanya hanya terpaut 2 dan 3 angka dari Felipe.

Tiga etape yang tersisa akan menjadi ajang saling kejar bagi para pebalap. Faktor fisik, mental, karakter track, dan pilihan strategi tim akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi jawara baru Tour de Singkarak. Namun pertarungan inti yang paling menentukan akan terjadi pada etape ke-7 yang dimulai dari Padang Panjang yang berakhir di Solok Selatan. Seperti kata Sayuti “Penentuannya ada pada rute sepanjang 194 kilometer itu.”

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Ramadhani