Polres Pasaman Belum Terima Surat Perdamaian, Mobil Official TdS 2018 Masih "Dikandangkan"

Mobil official TdS yang menghantam penonton TdS di Pasaman
Mobil official TdS yang menghantam penonton TdS di Pasaman (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Kasat Lantas Polres Pasaman, AKP Angga Putra K mengatakan pihaknya bersama panitia TDS telah melakukan mediasi dengan warga yang menjadi korban tabrakan mobil official TdS 2018 yang terjadi kemarin (Kamis, 9/11).

"Dari hasil mediasi tersebut, pihak panitia bersedia menanggung biaya pengobatan kedua korban. Namun hingga didapat surat perdamaian antara kedua belah pihak, mobil yang terlibat kecelakaan itu diamankan sementara di Satlantas Polres Pasaman sejak malam tadi," kata Angga.

Ia menambahkan, kecelakaan ini diduga akibat kelalaian dari supir yang membawa mobil merek avanza tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA:  Ini Penyebab Lakalantas Mobil Official dengan Penonton TdS di Pasaman

Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Beringin, Jafri menyatakan korban tabrakan mobil official Tour de Singkarak (TdS) 2018 di Jorong VI Batung Baririk, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping belum membuat surat perdamaian.

"Belum ada ada surat perdamaian, pihak keluarga korban masih menunggu tiga hari kedepan bagaimana kondisi anaknya. Karena kepala bagian belakang anaknya terbentur akibat ditabrak mobil official TdS di kawasanrumahnya, bukan dipinggir jalan" kata Jufri pada KLIKPOSITIF, Jumat 9 November 2018.

Dua orang warga Jorong VI Batung Baririk, Nagari Tanjung Beringin yang menjadi korban tabarakan itu adalah Nurmiati (26) dan anaknya Kaila Pricilia (5), yang pada saat itu tengah menonton jalannya perlombaan Iven internasional di depan rumahnya.

BACA JUGA:  Menakar Juara TdS 2018, Membaca Pebalap Terkuat

Pihak pantia TdS 2018 baru memberikan biaya untuk berobat kedua korban tersebut. Namun ia tidak mengetahui berapa nominal yang diberikan panitia.

"Sesuai hasil mediasi kedua belah pihak serta disaksikan pihak kepolisian dan pemerintahan, pihak korban masih menunggu kondisi anaknya betul-betul sehat. Sebab, mereka kwatir akibat bentaran pada kepala anaknya" kata Jufri.

Setelah dipastikan dalam kondisi sehat tiga hari kedepan, baru akan direncanakan membuat surat perdamaian dengan panitia TdS 2018 di kantor Satlantas Polres Pasaman. Sebab, supir mobil official TdS yang diketahui warga negera asing (WNA) itu sudah pergi dan tidak ikut dalam pertemuan itu.

BACA JUGA:  Etape 5 TdS 2018, Muncul Juara Baru

Dijelaskan Walinagari, sesuai kesepakatan mediasi Kamis 8 November 2018 malam, Kasat Lantas Polres Pasaman, AKP. Angga Putra K mengatakan karena kecelakaan ini bersinggungan antara warga Pasaman maka mobil diamankan dulu di Satlantas hingga adanya surat perdamaian.

Kecelakaan ini terjadi ketika dua warga yang merupakan ibu dan anak tersebut tengah menyaksikan balapan sepeda atlet dari berbagai negara tersebut di pinggiran jalan sekitar pukul 14:00 WIB.

Tiba-tiba, salah seorang korban, Nurmiati (26) mengaku bahwa mobil Avanza warna hitam dengan nomor polisi BA 1903 BA yang melaju dari arah Bukittinggi tersebut menghantam ia dan anaknya Pricilia (5).

"Tiba-tiba mobil official TdS menepi saat melaju dari arah Bukittingi menuju Lubuk Sikaping dan menghantam kami," kata Nurmiati saat ditemui di IGD RSUD Lubuk Sikaping. Ia menduga, mobil itu menepi karena masalah pada ban.

Ia menceritakan, usai ditabrak, ia dan anak sempat terlempar dan akibatnya mereka mendapatkan luka di bagian tangan, kaki dan lebam di kepala. (Man St Pambangun)

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri